Pemkab dan FKUB Sekadau Samakan Persepsi, Memperkuat Toleransi dan Kerukunan Umat beragama

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 259

Pemkab dan FKUB Sekadau Samakan Persepsi, Memperkuat Toleransi dan Kerukunan Umat beragama
PERTEMUAN - Pemkab Sekadau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sekadau menggelar pertemuan bersama FKUB Kabupaten Sekadau, Guna menjalin kemitraan hubungan yang harmonis. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Ketaketik, Jalan Merde
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sekadau, Zad Manggung
"Kita harus menciptakan kesepahaman dan menyamakan persepsi dalam rangka memperkuat toleransi dan kerukunan umat beragama, dalam melaksanaakn etika kehidupan beragama."

SEKADAU, SP – Guna menjalin kemitraan hubungan yang harmonis antara pemerintah  dan Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Kabupaten Sekadau dalam menyamakan persepsi dalam rangka meningkatkan toleransi. Pemkab Sekadau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sekadau menggelar pertemuan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sekadau, di Gedung Ketaketik, Jalan Merdeka Selatan, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Rabu (16/5).

Kegiatan itu dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Sekadau Rupinus, dan dihadiri oleh Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi, Danramil Sekadau Hilir, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sekadau, dan sejumlah tokoh masyarakat dan agama.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sekadau, Zad Manggung mengatakan, maksud dan tujuan digelarnya kegiatan tersebut, untuk membangun dan menjalin kemitraan hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sekadau. 

"Kita harus menciptakan kesepahaman dan menyamakan persepsi dalam rangka memperkuat toleransi dan kerukunan umat beragama, dalam melaksanaakn etika kehidupan beragama,"  ujar Zad Manggung.

Selain dari itu, kegiatan dimaksudkan juga untuk meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama dalam rangka mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu 2019 mendatang yang aman, lancar dan kondusif.

“Kemudian meningkatkan peran dan fungsi FKUB dalam menjaga harmoni kebangsaan dalam kerangka NKRI,” katanya.

Bupati Sekadau Rupinus mengapresiasi terselenggranya kegiatan tersebut, Ia menilai kegiatan semacam ini sangat strategis, lantaran saat ini memasuki moment pesta demokrasi.

"Selain dari itu, beberapa hari lalu terjadi rangkaian kejadian teror. Menjual isu agama, padahal semua agama tidak membenarkan seperti itu. Menurut saya, mereka itu tidak beragama, karena agama manapun tidak mengajarkan seperti itu," ujarnya. 

Ia mengatakan, program pengembangan kebangsaan, kegiatan peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama, hakekatnya merupakan implementasi peraturan perundang-undangan. Tiga lingkungan strategis yang saling terkait, yakni landasan hukum bagi pemeliharaan kerukunan umat beragama, kebijakan pemerintah dan sejumlah masalah dalam implementasinya, serta  dukungan sistem masyarakat dan partisipasinya.

"Semua itu, mengkondisikan dan menunjang upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama. Sebab, ini merupakan elemen penting bagi pemeliharaan kerukunan dan persatuan Indonesia. Melalui forum ini mari sama-sama membuat suasana yang dingin, serta menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

Multi Etnis Serukan Perdamaian 

Sejumlah Organisasi kemasyarakatan (Ormas), diantaranya  Dewan Adat Dayak (DAD), Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) dan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Sekadau mengajak masyarakat Kabupaten Sekadau khususnya dan seluruh bangsa Indonesia untuk melawan dan menolak keberadaan radikalisme. Menjaga persatuan dan kesatuan serta toleransi antar golongan dalam rangka menguatkan rasa kebhinnekaan sebagai bangsa Indonesia. 

“Kami masyarakat Kabupaten Sekadau cinta damai, harmonis dalam etnis. NKRI harga mati,” ujar Ketua DAD Kabupaten Sekadau, Welbertus Willy, saat membacakan pernyataan sikap multi etnis Kabupaten Sekadau, Rabu (16/5).

Ketua MABM Kabupaten Sekadau, Sunardi mengatakan, pihaknya mengecam aksi teror yang terjadi belakangan ini. Pernyataan sikap multi etnis tersebut spontanitas dilakukan menyikapi kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.

“Jangan sampai masyarakat Sekadau ikut-ikutan. Sekadau terkenal karena damainya, apalagi saat ini memasuki Ramadan, mari saling menghargai, membangun kebersamaan, kita sama, bangsa Indonesia,” kata Sunardi.

Selama ini, kata dia, perhatian pemerintah kepada organisasi kemasyarakatan sangat besar. Sehingga, juga memiliki tanggungjawab berada digaris terdepan bersama-sama aparat menjaga keamanan, khususnya di Sekadau.

“Mari bersama-sama menjaga keamanan, merangkul untuk saling menguatkan,” kata dia.

Sekretaris MABT Kabupaten Sekadau, Julianto mengimbau, masyarakat agar tidak mudah terprovokasi pasca kejadian tersebut. Selain itu, ia juga meminta masyarakat terutama pengguna media sosial untuk lebih bijak.

“Jangan share informasi atau berita yang belum jelas kebenarannya. Jangan justru menyebarkan rasa takut kepada masyarakat,” ungkapnya. (akh/jek)