Rupinus Sambut Baik Pengesahan UU Terorisme

Sekadau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 133

Rupinus Sambut Baik Pengesahan UU Terorisme
Ilustrasi. (Net)
SEKADAU, SP - Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme  telah disetujui dan disahkan DPR RI. Pengesahan tersebut disambut baik berbagai kalangan. Terlebih, pasca rangkaian teror yang terjadi beberapa waktu lalu. Pengesahan itu menjadi payung hukum pemberantasan terorisme.

Bupati Sekadau, Rupinus menyambut baik disahkan Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme. Menurutnya, dengan sudah disahkan undang-undang tersebut menjadi payung hukum bagi aparat untuk bertindak.

“Ini dalam rangka mencegah terjadinya terjadinya terorisme di Indonesia,” ujar Rupinus ditemui usai safari Ramadan di Kecamatan Nanga Taman, baru-baru ini.

Untuk itu, ia juga mengimbau masyarakat khususnya di Bumi Lawang Kuari untuk selalu waspada. Bila ada tamu yang menginap diminta untuk wajib lapor 1x24 jam kepada RT setempat.

“Bila ada hal-hal yang mencurigakan segera lapor pihak keamanan terdekat. Jangan main hakim sendiri,” imbau Rupinus.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Welbertus Willy. Ketua Forum Lintas Etnis itu mengapresiasi telah disahkannya undang-undang tersebut.

“Dengan demikian tidak ada lagi alasan penegak hukum untuk tidak menjalankan Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme,” ungkapnya.

Ia berharap, dalam menjalankan peraturan sebut aparat juga bisa adil dan bijaksana. Sehingga, pencegahan terhadap terorisme bisa dilakukan dengan cepat. Dengan begitu, rasa aman masyarakat tetap terjaga.

“Jangan segan dan ragu bila ada indikasi terorisme dan radikalisme bagi aparat dalam menindak. Jalankan dengan baik dan cepat undang-undang tersebut. Jangan ada pembiaran apalagi sudah ada payung hukumnya,” ungkapnya.

Untuk itu, Willy juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan hasutan propoganda pihak-pihak tertentu. Apalagi, bila pengaruh tersebut bertentangan dengan ideologi negara.

“Masyarakat tetap tenang. Lakukan aktivitasnya seperti biasa. Percayakan kepada aparat apalagi sudah ada undang-undangnya,” pungkasnya. (akh/jek)