Masyarakat Sekadau Diimbau Waspadai Demam Berdarah

Sekadau

Editor Indra W Dibaca : 212

Masyarakat Sekadau Diimbau Waspadai Demam Berdarah
Ilustrasi. (Net)
SEKADAU, SP – Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau, Henry Alpius mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada terhadap bahaya ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Terlebih, belakangan ini terjadi peningkatan jumlah pasien DBD yang didominasi anak-anak.

 “Minggu lalu masih 13 orang. Pasien DBD didominasi anak-anak,” ucapnya, Senin (11/6).

Henry mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Sehingga, bisa diambil langkah-langkah agar tidak terjadi lonjakan kasus tersebut. Karenanya, antisipasi sedini mungkin perlu dilakukan.

Ia juga mengimbau peran serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Masyarakat bisa melakukan 3M plus. Tidur menggunakan kelambu dan bisa menggunakan lotion anti nyamuk. Jika demam, jangan dianggap biasa dan harus dipastikan apakah DBD atau bukan,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, St Emanuel mengungkapkan, pihaknya berupaya untuk menekan terjadinya peningkatan angka kasus DBD tahun ini. Ia menjelaskan, pihaknya telah mengadakan penyuluhan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Kemudian, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kegiatan fogging apabila ada kasus,” ungkapnya.

Emanuel mengatakan, namun perlu pengertian dan pemahaman dari semua lapisan masyarakat. Sebab, kata dia, fogging dinilai kurang efektif lantaran fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dijelaskannya, ada empat faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit. Pertama lingkungan sebesar 40 persen, kedua perilaku sebesar 30 persen, pelayanan kesehatan sebesar 20 persen dan keturunan sebesar 10 persen.

“Dari dua faktor tersebar itu ada ditangan individu. Maka harapan kami sebagai pelayanan kesehatan, untuk menekan kasus tersebut mari dikeluarga berbuat melakukan 3M plus. Mendaur ulang barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, menguras bak-bak air, menutup rapat tempat penampungan air,” pungkasnya. (akh)