Rekonstruksi Pembunuhan di Peniti, Kapolres: Tersangka Emosi Sesaat

Sekadau

Editor Angga Haksoro Dibaca : 341

Rekonstruksi Pembunuhan di Peniti, Kapolres: Tersangka Emosi Sesaat
Sekadau, SP - Polres Sekadau menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Supinah (48 tahun) oleh tersangka S (26 tahun), Jumat (26/10) siang. Supinah dibunuh di rumahnya di Dusun Peniti, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, 1 Oktober 2018.  

Sebanyak 20 adegan diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Tersangka S memperagakan setiap adegan di bawah kawalan ketat polisi.   

S yang juga masih kerabat korban memperagakan dirinya mampir ke rumah Supinah. Kemudian korban menasehati tersangka yang menurut keterangan tersangka sempat melontarkan kata-kata kasar.   

Karena emosi, tersangka menyelinap masuk ke rumah korban lewat pintu belakang. Korban yang terbaring menonton televisi dipukul berkali kali menggunakan gagang cangkul.  

Tersangka sempat mengambil dompet berisi uang dan kalung yang dikenakan korban. Setelah melakukan aksi kejinya, tersangka keluar dari pintu belakang.  

Di samping rumah korban, tersangka sempat membuang gagang cangkul dan dompet ke semak-semak. Tersangka bergegas kabur menggunakan motor menuju Sanggau. Saat itu, tersangka sempat berpapasan dengan warga yang melintas di jalan raya depan rumah korban.  

“Kami meminta keterangan sembilan saksi, termasuk ahli forensik dan ahli psikologi. Ini untuk mengetahui apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak. Hasilnya, yang bersangkutan sehat,” kata Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi dalam pers rilis Jumat (26/10) pagi.  

Menurut AKBP Anggon, sejak awal suami korban sudah mencurigai S sebagai tersangka. Namun, polisi tidak dapat sembarangan menuduh tanpa bukti.  

“Yang digali emosi sesaat itu muncul karena ada kata-kata kasar yang muncul dari korban dan membuat pelaku emosi dan tidak bisa dikontrol. Untuk pasal yang dikenakan adalah 338, kalau perencanaan mungkin dari rumah atau dari Semuntai sudah ada bawa pisau atau sudah ada niat membunuh,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepal Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sekadau, Andi Salim menuturkan, pihaknya saat ini masih menunggu selesainya proses penyelidikan. “Nanti akan dipelajari kalau berkasnya sudah diserahkan. Selama proses rekontruksi tidak ada kendala, sudah cukup,” ujar Andi Salim.