Dinkes Sekadau Bantah Lamban Atasi DBD di Simpi Madya

Sekadau

Editor Angga Haksoro Dibaca : 62

Dinkes Sekadau Bantah Lamban Atasi DBD di Simpi Madya
Sekadau, SP - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, ST Emanuel membantah pihaknya lambat merespon laporan DBD di Dusun Simpi Madya.

Emanuel mengaku, langsung menginstruksikan kepala bidang untuk menindaklanjuti laporan dari warga. “Kami langsung instruksikan Puskesmas Sungai Ayak untuk cek ke lapangan. Setelah cek ke lapangan, pastinya kami melakukan fogging harus pakai prosedur tetap dan petunjuk teknis,” kata ST Emanuel, Selasa (6/11).

Emanuel mengungkapkan, setelah pemeriksaan ke lapangan dan dinyatakan positif DBD, pihaknya melakukan pemberantasan sarang nyamuk seperti menebar abate di tempat penampungan air dan melaksanakan langkah 3M plus. “Kebersihan lingkungan terlebih dahulu untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk. Kalau fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Itu saja juga hanya radius 200 meter,” kata Emanuel.

Ia mengungkapkan, umur nyamuk dewasa singkat sehingga lebih mudah diberantas. Sedangkan jentik nyamuk yang ada bakal hidup serempak dalam jumlah banyak. “Itu akan mengakibatkan terjadinya penularan yang lebih banyak. Untuk mencegah terjadinya sumber atau sarang nyamuk, jagalah kebersihan lingkungan. Ubah perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Emanuel.

“Terkait dengan keluhan masayarakat soal lambatnya fogging, kami pakai proses dan prosedur,” timpalnya.

Emanuel menjelaskan, pencegahan penyebaran demam berdarah dipengaruhi oleh 3 faktor. Kebersihan lingkungan menentukan 40 persen keberhasilan mencegah DBD. Perilaku hidup sehat 30 persen, pelayanan kesehatan 20 persen, dan rasa atau keturunan 10 persen.  

Jadi faktor kebersihan lingkungan dengan menjaga hidup sehat dari diri sendiri, keluarga, kelompok, dan masyarakat, adalah faktor paling besar dalam mecegah DBD. “Sehat bio, psiko, sosial, dan kultural,” pungkasnya. (akh)