Rabu, 23 Oktober 2019


Lindungi Kepentingan dan Hak Anak

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 89
Lindungi Kepentingan dan Hak Anak

HARI ANAK - Wabup Sekadau Aloysius saat foto bersama pada kegiatan hari anak nasional di Gedung Kateketik Sekadau.

Hari Anak Nasional menjadi momentum kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Sehingga anak-anak menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, kreatif, jujur, sehat, cerdas, berprestasi dan akhlak mulia.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menuturkan, sebagian anak belum dapat melindungi diri sendiri. Untuk itu, orang tua, masyarakat desa dan negara harus hadir serta mengupayakan tindakan khusus untuk melindungi kepentingan dan hak-hak anak.

Selain itu, perayaan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk terus berupaya meningkatkan sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia. Mulai dari orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha maupun pemerintah dan negara.

“Diharapkan ini menjadi spirit perlindungan anak sebagai icon penting harus diwarnai semangat peringatan tahunan, meski caranya berbeda-beda,” ujarnya dalam Peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Kateketik, Sabtu (24/8) kemarin. 

Aloy menambahkan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada anak-anak Kabupaten Sekadau agar bisa maju dan berkembang, baik dari kesehatan, pendidikan serta cita-cita yang akan mereka raih. Keinginan anak-anak yang disampaikan melalui suara anak telah disampaikan kepada Pemda.

“Ini nanti akan kami sinkronkan dengan program-program instansi teknis, seperti ruang bermain anak, tidak merokok. Jadi banyak poin-poin yang akan kami bahas bersama dalam waktu dekat dengan instansi terkait menindaklanjutinya. Ada action, ada yang harus dibuat,” jelasnya.

Aloy menegaskan, hal ini bukan hanya untuk kegiatan seremonial semata. Namun, yang paling terpenting adalah berbuat untuk anak-anak dan Kabupaten Sekadau tentunya.

“Kalau seremonial dibaca selesai. Jadi, kami ingin ada program kedepan khusus bagaimana menunjang apa yang disampaikan oleh anak-anak. Walaupun tidak mungkin dilakukan secara langsung, tentu secara bertahap untuk mencapai indikator kabupaten layak anak mulai dari sekarang dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Kabupaten Sekadau, Erni Damanik mengatakan, WVI sebagai mitra Pemkab Sekadau terus mengupayakan kesejahteraan anak dan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).

 “Tahun ini pertama kali Sekadau mendapat penilaian KLA. Masih banyak yang harus dibenahi agar Sekadau bisa sejajar dengan kabupaten dan kota lainnya,” kata dia.

Ia mengatakan, peningkatan kasus perlindungan anak di Sekadau seperti kekerasa seksual, pernikahan dini akhir-akhir ini membutuhkan perhatian semua pihak.

“Terutama, pembenahan dan peningkatan kapasitas orang tua dan keluarga agar mampu melindungi anak-anak,” tukasnya. (akh)