Rabu, 23 Oktober 2019


Karhutla di Dusun Seraya Hanguskan 15 Hektare Lahan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 252
Karhutla di Dusun Seraya Hanguskan 15 Hektare Lahan

PEMADAMAN - Tim TNI dan Polri Wilkum Belitang saat memadamkan kebakaran lahan di Belitang.

SEKADAU, SP - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Sekadau, tepatnya di Dusun Seraya, Desa Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, kemarin. Luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 15 hektare. 

"Kejadiannya ini berdasarkan informasi aktifitas membakar lahan sekitar jam 3 sore kemudian jam 9 malam ditinggal. Ternyata tengah malam api membesar dan kami mendapat laporan sekitar jam 5 subuh tadi dan langsung ke lokasi," ujar Sekretaris BPBD Sekadau, Eddy Prasetyo.

Akibat pembakaran lahan ini satu bukit di wilayah tersebut habis terbakar. Namun saat ini api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas dengan bantuan berbagai pihak. 

"Kita sudah padamkan dari pagi tadi dan sudah selesai sore tadi, kami dibantu dari TNI, Polri, pihak kecamatan, Tagana dan Manggala Agni dari Sanggau. Lahan yang terkena juga ada kebun karet," katanya.

Ia meminta kepada masyarakat agar untuk tidak membakar lahan terlebih dahulu karena masih belum ada hujan yang turun di Sekadau. Selain itu ia juga meminta agar anak-anak agar tidak terlalu banyak beraktifitas di luar rumah. 

"Inikan belum ada hujan, jangan membakar dulu, bakar kecil dijaga jangan sampai merembet, belum lagi kebun warga lain terbakar. Kemarau ini kurangi aktifitas membakar, bukan melarang tetapi pikirkan dampaknya kalau merembet ini yang sulit. Ke masyarakat anak kecil khususnya jangan banyak beraktifitas di luar karena partikel asap di Sekadau cukup pekat pagi hari jadi masih kurang baik," pungkasnya. 

Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan, kebakaran yang terjadi di Dusun Seraya masih dalam penyelidikan. Terlebih karhutla memang menjadi atensi pihaknya. 

"Ini kemungkinan akan kita lakukan sidik, sementara kasus pembakaran hutan lainnya yang sudah naik sidik ada dua kasus," ujarnya.

Menurutnya, pada tahun kemarin kasus yang berhasil diungkap terdapat satu kasus, namun kasus karhutla tahun ini mengalami peningkatan. 
"Kalau tahun kemarin cuma satu dan tahun ini tiga, artinya penegakan hukumnya lebih tegas dan serius," katanya.

Ia menilai, untuk beberapa kasus memang sifatnya perorangan, namun ia mengkhawatirkan ada hal lain di kegiatan pembakaran lahan tersebut.

"Kalau kasus ini sepertinya perorangan, melihat operasi karhutla selesai masyarakat mulai membakar lagi, padahal aturannya tetap berlaku dan ada penindakan. Intinya cari cara lain selain membakar. Takutnya tanah orang dipinjamkan ke masyarakat akhirnya dibakar kemudian setahun kemudian menjadi sawit," tuturnya.

Akibat dari pembakaran lahan tersebut mungkin saja menyebabkan ada pihak lain yang dirugikan. Untuk hal tersebut Kapolres menyerahkan kembali kepada pihak yang dirugikan.

"Pidananya tetap kita tindak, kalau perdata kembali ke pemilik lahan yang mungkin dirugikan. Apakah mau diselesaikan secara kekeluargaan atau bagaimana nantinya," tukasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sekadau, Yodi Setiawan mengatakan, kasus karhutla yang terjadi di Sekadau dapat ditangani sesuai aturan yang berlaku.  

"Artinya kalau kasus tersebut ada peningkatan maka kepada pihak yang berwenang untuk menindak sesuai aturan yang berlaku," ujarnya. 

Yodi mengakui memang saat ini karhutla sedang marak-maraknya terjadi di beberapa wilayah di Sekadau maupun di Kalbar. Pasalnya, musim kemarau sangat rentan terjadinya kebakaran. 

"Jadi saya imbau agar pihak-pihak yang berwenang siaga, dan masyarakat bisa lebih berhati-hati jika membakar lahan dan ketika akan membakar terjadwal sesuai aturan yang berlaku, agar penindakan tidak sampai dari aparat kepada warga kita," pungkasnya. (akh)