Minggu, 17 November 2019


Tinjau Pembangunan, Misa Kubur dan Bertemu Bule Belanda

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 49
Tinjau Pembangunan, Misa Kubur dan Bertemu Bule Belanda

PULANG KAMPUNG - Bupati Sekadau Rupinus bertemu wisatawan asing asal Belanda saat pulang kampung ke Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman.

Bupati Sekadau Rupinus dengan segala aktivitas kesibukannya menyempatkan diri pulang ke kampung halaman untuk silaturahmi dengan sanak saudaranya di Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Sabtu (2/10). 

Ada beberapa kegiatan yang dilakukannya di kampung halamannya kali ini, di antaranya melakukan tinjau pengerjaan bronjong di Dusun Kenabu, mengikuti Misa Kudus peringatan hari arwah di Pemakaman Katolik Dusun Pantok, serta bertemu dengan wisatawan mancanega dari Belanda. 

Layaknya warga biasa, Bupati Rupinus dengan santai memakai celana pendek dan berboncengan dengan sepeda motor saat meninjau pengerjaan brojong. Setiba di lokasi, beberapa tokoh masyarakat dan orang tua dari Dusun Kenabu menyambangi bupati untuk berdialog singkat dan menyampaikan usulan sekaligus ucapan terima kasih. 

Menurut bupati, pekerjaan bronjong di dusun tersebut dipandang perlu dan mendesak, karena jika tidak dilakukandengan cepat, maka akses jalan dari Pantok menuju Kenabu bisa putus akibat abrasi air sungai. Abrasi ini adalah suatu proses pengikisan tanah di pesisir pantai yang disebabkan oleh hantaman gelombang air laut, air sungai, gletser, atau angin yang ada di sekitarnya. 

"Jadi memang perlu penangangan secara cepat dan tepat, supaya akses masyarakat tidak putus, apalagi abrasi ini berada di tengah-tengah kampung," ujarnya.

Usai meninjau pengerjaan brojong, Rupinus bersama keluarga dan umat Katolik di Desa Pantok juga mengikuti Misa Kudus peringatan hari arwah bagi orang beriman di Pemakaman Katolik Dusun Pantok. Dia hadir untuk memberikan doa kepada kedua orang tua (ayah dan ibu) dan sanak saudara yang sudah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Misa Kudus ini dipimpin oleh Pastor Donatus Daud, CP yang juga merupakan pastor asal Dusun Pantok.

Seusai Misa, Rupinus bersama keluarga dan umat sujud mendoakan sanak saudara mereka yang telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Satu persatu makam diriciki dengan air kudus oleh pastor. Deretan api lilin yang dinyalakan oleh umat tampak terang bersinar di atas makam. 

Untuk diketahui, ayah Bupati Rupinus bernama Darius Djadi. Almarhum lahir pada tahun 1915 dan meninggal dunia pada 22 November 1977. Sedangkan Ibu Bupati Rupinus bernama Paulina Punjong. Almarhumah lahir pada tahun 1912 dan meninggal dunia pada 17 Agustus 2015. 

Rupinus menyampaikan bahwa tradisi doa peringatan hari arwah orang beriman oleh umat Katolik, khususnya di Stasi Pantok ini dilakukan setiap tahun. 

"Hari ini saya pulang ke kampung bersama keluarga dan umat Katolik di Pantok untuk mengadakan doa peringatan hari arwah orang beriman di makam orang tua dan sanak saudara. Ini setiap tahun kita lakukan," ungkapnya. 

"Saya dengan ibu (istri) hari ini masing-masing pulang ke kampung mengunjungi makan orang tua. Kalau ibu makam orang tuanya di Pekawai, sedangkan makam orang tua saya di Pantok. Kami tidak bisa sama-sama pulang karena dalam waktu yang bersamaan sama-sama dilangsungkannya doa untuk arwah bagi orang beriman," lanjutnya. 

Nah usai melakukan aktivitasnya di kampong, dan saat ingin pulang ke Sekadau, tidak sengaja Rupinus berjumpa dengan wisatawan asing asal Belanda. Perjumpaan secara tidak sengaja ini tepat di depan Gereja Katolik Stasi Pantok arah pulang menuju Sekadau. 

Rupanya wisatawan asing asal Belanda itu juga bersiap-siap pulang ke Sintang setelah mengunjungi objek wisata Botu Jato sejak Jumat kemarin. Melihat ada turis, Bupati Rupinus langsung turun dari mobil dinas yang ditumpanginya dan menemui para turis tersebut.

"Welcome to Pantok (selamat datang di Pantok)," sapa ramah bupati dan dijawab dengan ucapan terima kasih dari wisatawan asing tersebut.

Bupati juga menanyakan negara asal ketiga turis yang datang dengan dua orang pemandu wisata asal Indonesia tersebut. Dia kemudian menjelaskan bahwa dirinya berasal dari Desa Pantok yang pulang kampung untuk melakukan sembayang arwah bagi orang tua yang telah dipanggil Tuhan.

Dalam perjumpaan singkat itu, tak lupa bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada wisatawan asing asal Belanda yang telah mengunjungi wisata Botu Jato Pantok. 

"Terima kasih juga kepada pemandu yang telah mengantarkan ketiga wisatawan asal belanda ini ke objek wisata Botu Jato,’ ujarnya. 

Sementara itu, pemandu wisata asal Sintang, Novita menjelaskan, beberapa nama dari wisatawan itu adalah Hugo dan Corney. Mereka dating menggunakan mobil dan menghabiskan waktu di objek wisata Botu Jato kurang lebih dua jam.

"Mereka sangat menikmati betul suasana alam wisata Botu Jato. Selama kurang lebih dua jam saya bersama mereka di sana," ujarnya. (akhmal setiadi musran)