BKD Singkawang Pecat Dua PNS

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1017

BKD Singkawang Pecat Dua PNS
Sudut Kota Singkawang. (www.panoramio.com)

SINGKAWANG, SP - Sepanjang tahun 2015, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Singkawang  memproses kasus hukuman terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kasus terbagi dalam kategori ringan, sedang dan berat. "Sudah ada 2 PNS yang kita pecat,  karena terlibat narkoba, sedangkan sisanya untuk pelanggaran berat,  kita kenakan hukuman penundaan kenaikan pangkat," kata Hamidin Irwansyah, Kepala BKD Singkawang,  Rabu (20/1).
Menurut Hamidin, untuk kasus ringan dan sedang, BKD hanya memberikan surat teguran. Umumnya dikarenakan PNS sering bolos. Sedangkan kasus berat,  diberikan kepada PNS yang terbukti melakukan kesalahan seperti terlibat dalam narkoba dan perselingkuhan.
"Untuk kasus ringan ada dua, kategori sedang ada dua  dan delapan termasuk dalam kasus berat," ujarnya.
Ditambahkannya, saat ini jumlah pegawai di Pemkot Singkawang sebanyak 4.324 orang, pegawai honorer berjumlah 613 orang. Jumlah tersebut menurutnya untuk saat ini masih kurang untuk memenuhi kebutuhan tenaga PNS. "Tenaga PNS masih kurang, tapi karena urusan penambahan kepegawaian ada di pemerintah pusat, kita tidak bisa berbuat banyak," paparnya. Tahun 2014 lalu, 
BKD Singkawang mengajukan penambahan sebanyak 410 pegawai sesuai dengan formasi yang dibutuhkan. Namun pemerintah pusat hanya menyetujui sebanyak 65 pegawai.
"Setelah kita melakukan tes,  ternyata yang lulus hanya 53 dan celakanya dari jumlah yang lulus itu ada 2 orang yang mengundurkan diri," pungkasnya. (jee/sut)  

Kasus Sudah P21
Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Edy Haryanto mengatakan, sepanjang tahun 2015, pernah menangani 3 kasus kejahatan yang melibatkan oknum PNS dilingkungan Pemkot Singkawang. "Mereka tersandung dalam kasus pengelapan mobil, perbuatan cabul dan tindakan korupsi.  Untuk kasus korupsi,  ini melibatkan salah seorang oknum lurah. Semua berkas kasusnya sudah P 21," ungkapnya.
Sedangkan untuk tahun 2014, Kasat mengatakan, Polres juga menangani 3 kasus kejahatan yang melibatkan PNS.
"Kasusnya penganiayaan dan korupsi yang melibatkan kepala badan pertanahan dan kasi nya," tandasnya. (jee/sut)