169 Aset Pemkot Singkawang Masih Dikuasai Pemkab Bengkayang

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1008

169 Aset Pemkot Singkawang Masih Dikuasai Pemkab Bengkayang
ilustrasi mobil dinas. (www.djkn.kemenkeu.go.id)
SINGKAWANG, SP - Pemkot Singkawang masih menunggu penyerahan 169 aset bernilai puluhan miliar rupiah. Ratusan  aset bergerak maupun tidak bergerak itu masih dikuasai pihak Pemkab Bengkayang.  “Untuk tahap pertama jumlahnya mencapai 169 aset, sebelumnya Pemkab Sambas sudah menyerahkan ke Bengkayang. Namun  Bengkayang belum menyerahkan,” kata Muslimin,  Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Singkawang, Senin (1/2).

Menurut Muslimin, Gubernur Kalbar Cornelis telah menyurati Pemkab Bengkayang terkait pengembalian aset milik Pemkot Singkawang tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, Pemkab Bengkayang telah melakukan pembahasan bersama DPRD untuk tahapan  pengembalian aset tersebut. "Informasi yang kita dapat sekitar dua minggu lalu," jelasnya.

Namun hingga saat ini, kata Muslimin, pihaknya belum memperoleh jadwal pasti pengembalian aset tersebut. “Posisi kita masih menunggu, namun kita tetap berupaya untuk menanyakan kejelasan penyerahan aset dari Bengkayang,” tambahnya.

Sebelumnya penyerahan asset dilakukan dari Sambas sebagai kabupaten induk sebelum pemekaran, kemudian dilanjutkan dari Sambas ke Bengkayang. Setelah itu proses administrasi dari Bengkayang ke Kota Singkawang. “Untuk penyerahan aset dari Sambas tidak masalah. Bahkan apabila tahap pertama sudah dilakukan, pihak Sambas akan menyerahkan sekitar tujuh puluhan aset,” paparnya.

Sebanyak 169 aset yang dimaksud itu, antara lain, lahan dan bangunan berupa beberapa sekolah dan puskesmas yang ada di Kota Singkawang. "Memang lahan dan bangunannya ada di Singkawang. Namun secara administratif,  kita belum menerimanya,  dan tentu kita harus punya hak lahan dan bangunan itu,” tandasnya.


Sedangkan untuk aset bergerak seperti kendaraan saat ini,  jelas Muslimin, jumlahnya berkisar belasan miliar rupiah,  yang sebelumnya Rp 56 miliar.  ”Aset itu, seperti kendaraan roda empat, roda dua dan barang lainnya. Saat ini masih proses review di inspektorat,” ujarnya.


Khusus roda empat, ada 13 kendaraan yang akan di lelang di Kantor Pelelangan, sedangkan lima kendaraan lain akan dihibahkan ke organisasi sosial.

Muslimin juga  mengungkapkan,  sampai saat ini masih ada mobil yang belum dikembalikan ke bagian aset dari mantan pejabat di Kota Singkawang. Untuk mantan wali kota dan wakil wali kota,  memang ada yang mengirimkan surat, namun masih diproses.

Sedangkan pejabat negara,  seperti
anggota dewan,  sebelumnya masih ada yang belum mengembalikan.  "Kita akan surati dan memberitahu mereka agar segera mengembalikan. Apabila tidak mengembalikan secara baik-baik, maka akan dipaksa mengembalikannya melibatkan satpol PP,” tegasnya. (jee/sut)