Peserta BPJS Kesehatan di Singkawang Ditolak

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 780

Peserta BPJS Kesehatan di Singkawang  Ditolak
ilustrasi (bpjs.info)
SINGKAWANG, SP - Hade, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Kesehatan menyatakan kecewa. Sebab, anaknya yang berumur enam tahun ditolak ketika berobat di salah satu praktek dokter di Kota Singkawang. "Sewaktu mau di entry data, ternyata kartu peserta saya tidak ada. Karena ini urusannya sedang sakit,  jadi terpaksa saya menggunakan pelayanan berobat umum," kata Hade kepada Suara Pemred, Selasa (2/2).

Menurutnya, Ia rutin setiap bulan melaksanakan kewajiban membayar premi BPJS melalui salah satu bank milik pemerintah di Kota Singkawang. Hade juga mengaku,  setiap bulan membayar premi asuransi untuk semua karyawan di tempat usahanya. "Saya bayar secara kumulatif. Terakhir saya bayar  tanggal lima Januari kemarin. Saya juga sudah menjadi peserta BPJS sejak masih menggunakan nama Jamsostek," kata pemilik usaha komputer di Jalan Alianyang ini.

 Sebelum kasus yang menimpa anaknya, Hade memaparkan bahwa masalah ini juga pernah menimpa salah satu karyawannya. "Jadi saya heran, ini sebenarnya ada apa? Kewajiban sudah saya penuhi,  tapi saat akan berobat,  malah kejadiannya seperti ini," kesalnya. Hade menambahkan,  setelah kartu BPJS miliknya ditolak, dia pun meminta seorang karyawannya meminta kejelasan dari kantor BPJS. "Katanya sistem lagi error, kemudian diberi surat nota pengantar BPJS yang dapat digunakan saat akan berobat.  

Namun tertulis nonaktif karena premi
. Ini kan makin aneh, padahal saya sudah bayar," ujarnya sambil menunjukkan bukti pembayaran dan nota pengantar dari BPJS.
Nota pengantar ini pun,  kata  Hade,  harus dibuat ulang,  jika mereka akan berobat dan hendak menggunakan fasilitas kesehatan yang melayani pasien BPJS. "Kalau sakit tengah malam bagaimana? Apa nunggu besok pagi lagi? Yang benar sajalah," tegasnya.   

 Hak Pelayanaan Kesehatan

Samuel, bagian kepesertaan BPJS membenarkan bahwa peserta BPJS atas nama Hade telah melunasi pembayaran BPJS. Ia mengakui ada gangguan aplikasi sehingga peserta terlihat seperti tidak aktif.
"Kita juga sudah menghubungi pemberi faskes (fasilitas kesehatan), peserta sekarang sudah bisa dilayani, masalahnya sudah clear," katanya.
 Dia mengatakan bahwa sudah seharusnya seluruh peserta BPJS mendapatkan hak pelayanan kesehatan,  sesuai dengan kewajiban yang telah disalurkan. Karena itu dia mengimbau kepada masyarakat,  apabila mendapatkan permasalahan serupa untuk segera melaporkan ke kantor BPJS.
"Ada kemungkinan server error,  karena pergantian dan server mengalami perbaikan data. Intinya, kami tidak akan mengurangi hak-hak peserta BPJS," ungkapnya. (jee/sut)