BPJS Singkawang: Peserta KIS-PIB berjumlah 262.780 Jiwa

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1008

BPJS Singkawang: Peserta KIS-PIB berjumlah 262.780 Jiwa
ILUSTRASI- bpjs-kesehatan.go.id

SINGKAWANG, SP - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Singkawang membuka posko pemantauan dan penanganan distribusi Kartu Indonesia Sehat  - Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI).

"Jumlah peserta KIS-PBI, dengan cakupan wilayah kerja Singkawang, Sambas dan Bengkayang  tahun 2016 sebanyak 262.780 jiwa," kata Mardani,  Kepala Kantor BPJS Singkawang, Rabu (3/1).

Menurut Mardani, angka tersebut bertambah dibandingkan pada Desember 2015  sebesar 246.332 jiwa.

Penambahan jumlah penerima kartu KIS-PIB tahun 2016
, paling tinggi di Sambas, sebesar 9.905 jiwa, Kabupaten Bengkayang 3.342 jiwa dan Kota Singkawang 3.201 jiwa.

"Perlu diingat bahwa untuk pengambilan kartu ini,  masyarakat tidak perlu membayar. Jadi, mulai dari tahap pengambilan kartu sampai perobatan,  semua gratis," paparnya.

Mardani juga mengklarifikasi  mengenai adanya kabar warga di wilayah Singkawang Selatan yang harus membayar saat mengambil kartu KIS.
"Kami tidak mau mendengar ada keluhan dari masyarakat," tegasnya.

Iskandar, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Singkawang mengatakan total jumlah Kartu Indonesia Sehat (KIS)  yang telah didistribusikan sebesar 54.262 kartu.
Pembagian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 9.371 dan tahap kedua sebanyak 44.931. "Jumlah tersebut kita bagikan sampai wilayah perbatasan," tambahnya.

Dia juga menjelaskan, dari  jumlah tersebut terdapat beberapa kartu yang tidak terantar. Ini karena penerima tidak dikenali, penerima sudah pindah, rumah kosong dan ditolak.
"Ada warga yang menerima, ada yang menolak  karena penghidupannya sudah layak
,  dan tidak mau menerima bantuan," ungkapnya.

Iskandar menambahkan
,  PT Pos Indonesia berkomitmen untuk menggratiskan pendistribusian kartu KIS ke masyarakat. 

"Silahkan dicek,  apakah ada pihak PT Pos yang meminta bayaran ke
masyarakat?" tegasnya. (jee/sut)
 


Peran RT Lemah

Pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capilduk) Kota Singkawang bekerja maksimal terkait verifikasi data penerima bantuan.

"Kita berupaya jangan sampai ada data anomali, kita melakukan upaya pemutahiran data faktual dilapangan," jelas  Kepala Dinas Capilduk Kota Singkawang, Zulhiar, Rabu (3/2).

Menurutnya, peran rukun tetangga (RT) di Kota Singkawang saat ini dirasa masih lemah terkait pendataan warga.
"RT kita ini banyak yang tidak mau diganti dan banyak yang tidak melaksanakan kewajiban. Padahal,  harusnya RT yang lebih proaktif dalam pendataan," sesalnya.

Di tempat yang sama, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Harso mengatakan, pihaknya saat ini juga terus melakukan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pengguna KIS.

"Kita melakukan peningkatan alat kesehatan, obat dan tenaga kesehatan. Kita juga meningkatkan regionalisasi rujukan, terkait dengan kepuasan pasien," katanya.


Selain itu,  dinkes juga akan melakukan upaya agar para peserta KIS terhindar dari pelayanan yang tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

"Jadi,  semuanya harus ballance, apalagi program kesehatan ini merupakan program kesehatan yang perawatannya berjenjang,   dimulai dari puskesmas hingga rumah sakit," pungkasnya. (jee/sut)