Pemprov Kalbar Akan Jadikan Singkawang sebagai Kota Hazton

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 985

Pemprov Kalbar Akan Jadikan Singkawang sebagai Kota Hazton
PANEN HAZTON - Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar Hazairin, Wakil Wali Kota Singkawang Abdul Muthalib, dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Singkawang, Yusnita Fitriadi secara simbolis melaksanakan panen di sawah milik kelompok tani Bukit Dunga di Sang
SINGKAWANG, SP - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalbar akan menjadikan Singkawang sebagai Kota Hazton. "Singkawang sangat responsif, mulai dari wali kotanya, kepala dinasnya dan tenaga penyuluhnya. Ini kan penting," kata Hazairin,  Kepala Dinas Pertanian (TPH) Kalbar saat menghadiri panen raya padi yang menggunakan metode Hazton di Sanggau Kulor, Singkawang Timur, Rabu (10/2).

Menurut Hazairin, Hazton merupakan teknologi budidaya padi yang diyakini dapat meningkatkan produksi padi hingga dua kali lipat. Teknologi ini  sudah diterapkan oleh petani di seluruh wilayah Kalbar.

Selain itu, Hazairin juga menilai, kondisi alam dan lokasi lahan pertanian di Singkawang juga memiliki potensi untuk ditanami padi Hazton. Berbeda dengan di daerah lain. "Ketersediaan air dan lokasi juga sangat berpotensi. Ini bisa menjadi percontohan bahwa di kota juga bisa menjadi lokasi lumbung pertanian, jika pertaniannya menggunakan teknik yang bagus," ungkapnya.

Guna mensukseskan rencana tersebut, kata Hazairin, Singkawang akan mendapatkan program bantuan budidaya padi Hazton. Luas lahan pertanian yang akan dibantu oleh dinas mencapai 30 ribu hektar.
"Saat musim tanam April ini kita sudah mulai jalan. Sebelumnya, lahan yang akan dibantu hanya 500 hektar, tapi akhirnya kita tambah. Adapun bantuan untuk daerah lain yang belum berpengalaman, sementara kita alihkan ke sini dulu," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi menyatakan pihaknya mendukung sepenuhnya program ketahanan pangan di wilayah kerjanya.   "Dari provinsi sudah memberikan bantuan, ya kita dukung. Agar program ini bisa berhasil, juga tidak lepas tentunya dari semangat petani. Jika petani sudah oke, maka sama-sama kita bergerak," katanya.

Yusnita menilai,  produksi padi Singkawang pada 2015, masih kurang memuaskan. Kondisi tersebut karena adanya lahan pertanian milik petani yang mengalami gagal panen atau puso. "Tapi panen berikutnya sudah mulai meningkat. Kalau tahun kemaren tidak panen, sekarang sudah panen, walaupun untuk rata-rata produksi panen masih sebesar tiga  hingga empat ton," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa kawasan di Singkawang yang sangat cocok menggunakan metode Hazton, yakni di wilayah timur dan selatan Singkawang.
"Air untuk irigasi di
wilayah situ sangat lancar. Kalau di utara masih harus disesuaikan musim tanamnya. Di daerah Utara kondisinya kalau saat panas,  di sana sangat kering dan sebaliknya. Jadi pola tanamnya masih harus disesuaikan dengan cuaca," ungkapnya. 
     

Swasembada Beras

Wakil Wali Kota Singkawang, Abdul Muthalib mengakui, program Hazton yang dicanangkan oleh Pemprov Kalbar sangat tepat di wilayahnya. Ini mengingat luas lahan di Singkawang saat ini masih luas dan memadai untuk ditanami padi.
"Program ini juga bersinergi dengan program dari pemerintah," katanya.

Selain itu juga, dengan dijadikannya Singkawang menjadi wilayah tanam padi Hazton, Abdul menyakini akan dapat mengurangi ketergantungan daerah akan bahan pangan padi dari daerah lain.
"Diharapkan
kita di Singkawang bisa memenuhi kebutuhan sendiri untuk beras, dan semoga juga kita juga swasembada beras," harapnya. (jee/sut)