Esty Reko Astuty: Tatung pada CGM di Kota Singkawang Berpotensi untuk Pengembangan Dunia Pariwisata.

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 921

Esty Reko Astuty: Tatung pada CGM di Kota Singkawang Berpotensi  untuk Pengembangan Dunia Pariwisata.
TATUNG MUDA - Seorang tatung laki-laki berusia muda terlihat digotong melintasi panggung kehormatan, Senin(22/2). Satu persatu tatung menghibur ratusan ribu pasang mata mengelilingi jalan Kalimantan, Setia Budi, Bawal, Niaga dan finish diperempatan Tugu
SINGKAWANG, SP - Rangkaian perayaan Cap Go Meh (CGM) dan Tatung di Kota Singkawang Senin (22/2) berlangsung meriah.  Ritual yang dulunya dianggap sakral sekarang dibalutan industri pariwisata, menarik minat masyarakat. Berbagai kalangan dari pemerintah pusat, provinsi maupun Kota Singkawang termasuk wisatawan lokal maupun manca negara datang  untuk melihat langsung aksi ratusan tatung, dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB.

Esty Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata RI mengatakan, budaya tatung yang digelar saat perayaan CGM di Singkawang memiliki potensi besar untuk pengembangan dunia pariwisata.

 "Peran festival ini sangat besar untuk kemajuan pariwisata Singkawang, tinggal bagaimana dukungan dari lintas sektoral, termasuk media untuk bisa mempromosikan lebih baik potensi pariwisata yang ada di Singkawang," katanya.


 Sementara itu Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan, CGM  yang setiap tahun dilaksanakan di Kota Singkawang sudah terkenal diseluruh nusantara bahkan mancanegara, ini terbukti dengan telah diberikannya penghargaan Wonderful Of The World kepada Festival CGM  Kota Singkawang tahun 2013, yang diberikan oleh Marketeers Markplus dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif RI, paling WOW untuk kali yang ketiga, selain itu, selama perayaan CGM dilaksanakan,  arus transportasi darat, laut maupun udara mengalami peningkatan.

"Panitia juga perlu melakukan inovasi dan improvisasi dalam penyelenggaraan iven ini ke depan, dengan menampilkan rangkaian-rangkaian kegiatan yang dapat membuat para wisatawan betah berkunjung lebih lama lagi, sehingga pemasukan bagi pemerintah dan masyarakat akan meningkat " ujarnya.

Walikota Singkawang, Awang Ishak menambahkan dalam perayaan CGM mencerminkan kebudayaan gotong royong yang ada di Kota Singkawang.  "Tapi bagi mereka yang percaya perayaan ini bisa juga menjadi perayaan rezeki," katanya.

Kota Singkawang menurut Awang perayaan Imlek dan CGM  merupakan perayaan yang telah menjadi kalender tetap Pemkot Singkawang. Karena itu dia berharap pemerintah pusat maupun provinsi dapat ikut serta berperan untuk membantu kesuksesan iven pariwisata Singkawang.


 "Saya berharap pemerintah bjsa merealisasikan pembangunan bandara di Singkawang agar semakin lancar turis yang datang ke Singkawang ini," harapnya.

Anton Medan, salah satu wisatawan lokal yang hadir menyaksikan perayaan CGM mengatakan, aksi tatung yang dilakukan merupakan aksi yang semata-mata pertunjukan untuk menghibur dan tidak ada kolerasi dengan ritual keagamaan.
"Murni hanya kebudayaan," katanya.


Selain untuk menyaksikan aksi tatung, kedatangannya ke Singkawang juga untuk mengunjungi keluarganya. "Saya punya mantan istri dan punya anak dua di Singkawang," ungkap Anton

Dia juga menambahkan bawa perayaan CGM semakin hari semakin baik dan semakin ramai dikunjungi oleh turis. "Saya lihat semakin banyak yang datang, ini tentu harus dipertahankan dan di kelola  agak bisa lebih baik lagi," harapnya.

Usai dilaksanakan pawai tatung, malam harinya dilanjutkan acara lelang yang akan diikuti oleh semua kalangan masyarakat. Barang-barang yang akan dilelang berupa berbagai macam hasil bumi, makanan, minuman dan sovenir-sovenir Imlek.

"Hasil lelang nantinya akan diserahkan ke panitia," ujar Wakil Ketua Imlek dan CGM, Bong Wui Kong.

Lelang menurutnya juga merupakan bagian dari tradisi yang melekat karena menurut keyakinan umat Tao bahwa sesajian untuk sembahyang bagi para dewa dapat memberikan berkah.
 
"Selain memberikan sumbangan untuk lelang juga para pembeli mengharapkan berkah. Hasil lebih biasanya akan dilanjutkan dengan melakukan bakti sosial," jelasnya. (jee/sut)