Langganan SP 2

Kota Singkawang Terendam Banjir

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 790

Kota Singkawang Terendam Banjir
BANJIR- Air yang menggenangi semata kaki orang dewasa, memasuki ruangan bangsal anak pada RSUD Dr Abdul Aziz Singkawang, Jumat (4/3). FOTO: SUARA PEMRED/ M ELIAZER
SINGKAWANG, SP - Tingginya curah hujan mulai pagi hingga sore hari, mengakibatkan sebagian besar wilayah di Kota Singkawang terendam banjir. Namun,  banjir kali ini juga merendam ruang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Dr. Abdul Aziz dan beberapa kantor pemerintahan lainnya.

Selain membanjiri bagian depan bangunan  RSUD, air juga menggenangi sebagian ruangan,  setinggi mata kaki orang dewasa. Seperti ruang perawatan anak, ruang bedah, ruang gizi, kamar mayat dan lainnya.

"Heran juga,  kenapa bisa sampai banjir begini. Kalau nanti ada alat-alat yang korsleting, bahaya juga kan," keluh Widya Astuti (29) seorang anggota keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan medis di RSUD Dr. Abdul Aziz, Jumat (4/3).


Senada dengan Widya, Martono, juga mengkhawatirkan genangan air ada di rumah sakit. "Jadi tidak higienis kan,  jika banjir gini, bisa-bisa orang yang tidak sakit,  bisa jadi sakit,  karena banjir ini," ujarnya khawatir.

Pantauan Suara Pemred, seluruh ruangan pada bangunan lama rumah sakit,  terendam air. Hanya beberapa ruangan yang baru dibangun,  selamat dari genangan banjir,  karena posisi bangunan lebih tinggi.

Kabid Pelayanan Kesehatan RSUD Dr Abdul Aziz, mengatakan masuknya air hingga ke dalam bangsal rumah sakit,  disebabkan kondisi bangunan yang rendah. "Untuk bangunan lama ini,  tanahnya lebih rendah jadi air masuk. Kalau bangunan yang baru itu,  air tidak masuk. Tahun lalu juga sempat masuk, tapi tidak seperti ini," ungkap Mularso.

Mularso menjamin,  meskipun tergenang air, hal tersebut tidak akan mempengaruhi pelayanan medis kepada masyarakat. Evakuasi pasien pun, menurutnya tidak perlu dilakukan. "Semua pelayanan kesehatan tetap berjalan. Memang akan ada ketidaknyamanan dengan kondisi ini. Tidak hanya dari pasien tapi juga dari tenaga dokter dan perawat," tuturnya.

Mularso menambahkan fasilitas pelayanan kesehatan, aman dari banjir. Seperti genset dan peralatan lain. Atas nama pihak RSUD Dr Abdul Aziz,  meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini.  
"Semua ini bukan karena kesengajaan, tapi kondisi ini memang tidak bisa dihindari," tandasnya.

BPBD Status Siaga
Kepala BPBD Singkawang mengatakan banjir terjadi hampir diseluruh wilayah. Namun banjir yang paling tinggi terjadi di Singkawang Barat, wilayah Kampung Tengah, Kampung Melayu, Pasiran dan di wilayah Singkawang Tengah. Ketinggian air rata-rata mencapai 50 centimeter. "Di gang kembar sudah setinggi paha orang dewasa, di sana yang parah,” kata Burhanudin.

Burhanudin menegaskan banjir  kali ini bukan disebabkan air kiriman. Banjir terjadi karena curah hujan tinggi dan tidak ditopang dengan drainase yang memadai.
"Karena hujan lebat, bukan kiriman. Ini juga sekarang hujan sudah berhenti. Kalau hujan nyambung lagi,  bisa banjir besar di Singkawang," tukasnya.

Menurut Burhanudin, jika diwilayah Pajintan Singkawang Timur banjir, kondisi tersebut patut diwaspadai. "Dari sana langsung mengirimkan banjir. Tapi ini banjir karena disebabkan hujan," ujarnya.

BPBD,  kata Burhanudin  telah mempersiapkan perahu,  jika dibutuhkan evakuasi warga. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan logistik dan dapur umum. "Kita,  statusnya memang siaga banjir," jelasnya.(jee/sut)