Dua Kelurahan di Kota Singkawang Terparah Tergenang Banjir

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1085

Dua Kelurahan di Kota Singkawang Terparah Tergenang Banjir
KORBAN BANJIR- Beberapa warga berada di Kantor Camat Singkawang Barat, Minggu (6/3). korban banjir ini memilih dievakuasi karena air mulai memasuki rumah mereka. (FOTO SUARA PEMRED/ M. ELIAZER)
SINGKAWANG, SP - Banjir di Kelurahan Pasiran dan Condong, hingga kini masih tetap bertahan. Sementara, air juga masih mengenangi hampir diseluruh ruas jalan di Kota Singkawang.
Hingga Minggu (6/3) sore, ketinggian air di wilayah Kelurahan Condong mencapai 60 centimeter. Sedangkan di wilayah Pasiran, ketinggian banjir sempat mencapai pinggang orang dewasa.

"Jika curah hujan tinggi,  banjir bisa saja naik lagi," kata Burhanuddin, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang,  Minggu (6/3).

Menurut Burhanuddin, kedua wilayah ini merupakan daerah yang paling parah dilanda banjir. Ketinggian air, sepenuhnya tergantung curah hujan yang terjadi di wilayah Singkawang.

Selain itu, bertahannya ketinggian banjir saat ini,  disebabkan karena air laut pasang sehingga air tidak dapat mengalir ke laut.
"Siang ini meski tidak hujan tapi air tetap bertahan,  karena air laut juga naik. Air tetap menggenangi titik-titik banjir yang ada," jelasnya.

Burhanuddin juga mengatakan, BPBD Singkawang telah menyiapkan kebutuhan logistik untuk para pangungsi banjir. "Makanan dan kebutuhan lain sudah kita persiapkan sesuai dengan yang dibutuhkan ditempat pengungsian," tukasnya.

Sebelumnya, Sabtu (5/3) banjir di Kota Singkawang karena curah hujan tinggi kembali terjadi. Warga pada beberapa kecamatan harus diungsikan. Salah satu wilayah yang warganya diungsikan adalah warga Kecamatan Singkawang Barat.

Mereka di evakuasi ke Kantor Camat Singkawang Barat oleh tim BPBD setempat. Dari beberapa pengungsi, terdapat seorang bayi berumur 3 minggu.

"Rumah kami sudah mulai terendam banjir hingga masuk ke dalam rumah, akhirnya kami memilih mengungsi," ujar Sunarni, orang tua bayi itu.

Keputusannya mengungsi, kata Sunarni karena merasa khawatir dengan keselamatan dirinya, yang baru menjalankan operasi kelahiran anaknya. "Saya takut karna saya baru saja operasi, khawatir juga air nanti malah makin meninggi," tuturnya.

Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Singkawang sebanyak 13 kepala keluarga yang terdiri atas 33 orang orang sudah diungsikan.

"15 diantaranya adalah orang dewasa dan selebihnya merupakan anak-anak dan bayi yang berusia 21 hari," papar Heru,  anggota Rim Reaksi Cepat Taruna Siaga Bencana Indonesia (Tagana).

Untuk lokasi evakuasi,  menurut Heru tergantung  wilayah masing-masing. Di daerah Singkawang Barat,  lokasi evakuasi dipusatkan pada kantor camat setempat.
"Kita juga telah siapkan posko di 5 kecamatan dan 26 kelurahan. Untuk logistik kita telah persiapkan untuk 3 hari," tandasnya.

Ruang Khusus Pasien
Pihak RSUD dr Abdul Aziz Singkawang akan menyiapkan ruangan khusus untuk pasien, apabila intensitas hujan tinggi  dan kembali membanjiri bangsal di rumah sakit tersebut.

"Jika masih hujan pada hari ini, mau tidak mau kita harus menyiapkan ruangan khusus untuk pasien," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis Rumah Sakit dr Abdul Aziz Singkawang, Mularso, akhir pekan.
 

Mularso memaparkan, saat ini genangan air yang sempat masuk ke bangsal sudah mulai surut.
"Cuma kita khawatirkan, hari ini masih terjadi hujan. Mau tidak mau, pasien akan di pindah ke ruang lobi. Karena kamar semua sudah penuh," ungkapnya.

Menurut prakiraan cuaca, kata Mularso, hujan masih akan terjadi. Sementara parit-parit di sekitar rumah sakit sudah penuh, sehingga tidak akan mampu menampung curah hujan lagi. (ant/jee/sut)