KPU Singkawang Belum Tentukan Tahapan Pilkada

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 865

KPU Singkawang Belum Tentukan Tahapan Pilkada
ILUSTRASI (antarafoto)
SINGKAWANG, SP-  Hingga saat ini kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang, belum bisa menentukan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2017.
"Belum ada petunjuk,  baik dari KPU Pusat maupun provinsi," kata Ramdan, Ketua KPU Singkawang, Jumat, (11/3).

Di samping itu, kata Ramdan, sampai saat ini pihaknya belum menerima daftar DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dari pemerintah daerah setempat.
"Tentunya kita juga sama-sama menunggu dengan tahapan itu sendiri, terkait dengan data pemilih," tuturnya.

Jika seandainya data pemilih sudah diserahkan secara resmi oleh pemerintah kepada KPU, kata Ramdan, sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan dengan peraturan KPU,  tentu proses berikutnya akan dilakukan proses pemutakhiran data oleh KPU.

Menurut Ramdan, dalam proses pemutakhiran data ini, tentunya KPU akan membentuk perangkat-perangkat penyelenggara dari tingkat kecamatan, kelurahan, sampailah petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). "Tapi semuanya kita masih menunggu," jelasnya.

Sementara persiapan-persiapan awal yang sudah dilakukan KPU menjelang Pilkada 2017, yaitu pengusulan anggaran dan sosialisasi.

Sedangkan terkait dengan mekanisme penggunaan hak pilih, berdasarkan peraturan KPU yang sekarang masih menggunakan dengan cara mencoblos.

"Menggunakan hak pilihnya dengan cara mencoblos. Satu orang, satu suara dan satu nilai," jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, terkait mekanisme yang menggunakan hak pilih dengan KTP, itu juga sudah diatur dalam peraturan KPU.
"Mereka-mereka yang nantinya tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), berhak menggunakan hak pilihnya dengan KTP,"  ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman-pengalaman seperti ini sudah pernah terjadi pada pilkada sebelumnya. KPU sudah bekerja dengan maksimal. Dan berharap, semua warga yang mempunyai hak pilih terakomodir dalam DPT.
"Yang jelas KPU tetap memfasilitasi warga yang memang punya hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya," ungkapnya. (ant/sut)