Okhan, Warga Kota Singkawang Jadi Korban Sayatan Tali Layangan

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 893

Okhan, Warga Kota Singkawang Jadi Korban Sayatan Tali Layangan
Okhan Selviano, seorang anak korban sayatan tali gelasan layang-layang di Jalan Hansip, Gang Pendidikan, Kota Singkawang, ketika berada dirumahnya. (FOTO SUARA PEMRED/ M ELIAZER)
SINGKAWANG, SP - Okhan Selviano (9) mengalami luka sayat sedalam dua milimeter akibat terkena tali gelasan layang-layang. "Lehernya langsung tertarik kebelakang dan luka. Tapi untungnya dia cepat menahan tali layangannya pakai tangan. Tangannya juga terluka," kata Devi Ekawati, orangtua Okhan di rumahnya, Gang Pendidikan, Selasa (15/3).

Menurut Devi, anaknya saat itu sedang bermain sepeda sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan Hansip, Gang Pendidikan.   Saat pulang kerumah, lanjut Devi, Okhan awalnya hanya mengeluh tangannya terluka karena tersayat tali gelasan.

"Dia hanya mengibas-ngibaskan tangannya yang luka,. Saya tanya kenapa, dia baru cerita tangan dan lehernya terjerat tali kelayang. Pas saya lihat lehernya sudah berdarah," cerita Devi.

Melihat anaknya terluka, Devi langsung memanggil perawat untuk mengobati luka Okhan. Sembari menunggu datangnya perawat, darah di leher Okhan pun mengalir membasahi lantai dan seprai.


"Saat lukanya dibersihkan,  masih ada pecahan beling yang nempel di lehernya mas," ujar Delvi.


Kasat Pol PP Singkawang, Karyadi menyatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengatasi maraknya permainan layang-layang yang menggunakan tali gelasan atau kawat.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih belum memiliki landasan hukum untuk melakukan razia. Apalagi permainan layang-layang merupakan permainan tradisional masyarakat.


"Karena perda mengenai permainan ini masih tahap harmonisasi di tingkat provinsi dan pusat. Di tingkat Kota Singkawang, perdanya sudah disahkan," ungkap Karyadi.

Karyadi menambahkan,  Satpol PP Singkawang akan melakukan tindakan,  apabila permainan tersebut memang membahayakan masyarakat.

Karena itu, Karyadi mengimbau supaya warga dan orangtua mengingatkan jika di daerahnya ditemui ada yang bermain layang-layang menggunakan gelasan dan kawat.
"Selain berbahaya,  juga merugikan.  Jika menggunakan kawat akan meledakkan gardu listrik," tandas Karyadi. (jee/sut)    

Masih Menunggu Perwako
ANGGOTA DPRD Kota Singkawang, Tjhia Cui Mie menegaskan, instansi terkait seharusnya sudah mulai melakukan sosialisasi permainan layang-layang.

Pasalnya, permainan ini juga  merupakan permainan rakyat yang harus terus dipelihara kelestariannya.

"Sosialisasi mengenai tempat dan alat yang digunakan untuk bermain layang-layang. Ini penting," kata Tjhia Cui Mie.


Ditegaskan, saat ini perda mengenai permainan layang-layang sebenarnya sudah disahkan oleh DPRD Singkawang. Namun, perda tersebut masih harus menunggu perwako.

"Saya belum tahu mandegnya di mana. Tapi menurut saya, jika untuk kepentingan masyarakat, tidak harus menunggu aturan. Kita harus bertindak dulu, sosialisasi ke masyarakat baik itu di sekolah bahkan juga mungkin di tempat ibadah jika perlu," pungkas Tjhia Cui Mie yang juga Ketua Pansus Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tramtibum) Singkawang. (jee/sut)