Satreskrim Polres Singkawang Amankan Ratusan Dus Buah asal Malaysia

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1007

Satreskrim Polres Singkawang Amankan Ratusan Dus  Buah asal Malaysia
BUAH MALAYSIA- Aparat Satreskrim Polres Singkawang ketika sedang mengamankan ratusan dus buah asal Malaysia yang diduga ilegal, di gudang Jalan Hermansyah, Gang Inti, Kecamatan Singkawang Barat. (SUARA PEMRED/ M ELIAZER)
SINGKAWANG, SP - Satuan Reskrim Polres Singkawang mengamankan ratusan dus buah-buahan asal Malaysia diduga ilegal di gudang Jalan Hermansyah, Gang Inti. 
Selain itu, polisi juga menangkap pemiliknya bernama Lie Khin Khiong.

"Kita melakukan penyelidikan alur-alur pemasaran di daerah sini, kebetulan di Singkawang akan ada prosesi sembahyang kubur yang kerap menggunakan buah-buahan," kata Edy Haryanto, Kasat Reskrim Singkawang,  Selasa (29/3).

Edy memaparkan, buah-buahan tersebut masuk ke Kota Singkawang setelah melewati pos batas Jagoi Babang.

Penangkapan dilakukan berdasarkan instruksi  Kapolda Kalbar kepada Kapolres Singkawang, AKBP Agus Triatmadja untuk mengantisipasi masuknya produk buah ilegal menjelang pelaksanaan sembahyang kubur di Singkawang.

"Adanya informasi bahwa pada (28/3) sekitar pukul 12.30 WIB  akan datang berbagai macam jenis buah dari Malaysia dalam jumlah besar," ujarnya.

Edy menambahkan pihaknya kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan ke gudang-gudang tempat penyimpanan buah-buahan,  yang di dalamnya terdapat frezer atau lemari pendingin.


Sekitar pukul 15.00 WIB, di lokasi gudang, polisi mendapat Informasi adanya barang-barang yang masuk. Kemudian dilakukan penangkapan dan mengamankan barang bukti serta mem police line lokasi penyimpanan.

Dari hasil penangkapan tersebut, turut diamankan barang bukti 150 dus buah Fresh Pear, 55 dus buah Premium Apple Star Raush, 15 dus Buah Fresh Apple Kino, 250 dus Buah Golden Pears, 50 dus Buah Korea Pear,  25 dus buah jeruk Mandarin dan 75 dus buah Fuji Apple.

Selain itu polisi juga melakukan pemeriksaan saksi-saksi yakni, Yuliana dan Riyan yang merupakan karyawan gudang.

"Kita akan melakukan pengembangan lebih lanjut apakah ada tersangka lain yang kita tetapkan dan bisa juga mengarah pada adanya tindak pidana pencucian uang," jelasnya.

Dalam kasus ini,  tersangka dijerat Pasal 135 undang-undang No 18 Tahun 2012 tentang pangan dan Pasal 62 ayat 1 undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (jee/sut)