WN Malaysia punya E-KTP Singkawang Dibekuk

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 835

WN Malaysia punya E-KTP Singkawang Dibekuk
Kasi Wasdikum Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang, Jose Rizal menunjukkan foto Lao Eou Chung alias Pabayo Lau, WN Malaysia, pemilik e-KTP yang kini telah diamankan. SUARA PEMRED/ M ELIAZER
SINGKAWANG, SP - Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang beserta Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) berhasil membekuk, Lao Eou Chung (42),  Warga Negara (WN)  Malaysia,  yang diduga ilegal tinggal di Kota Singkawang.

 Lao Eou Chung dibekuk 14 Juli lalu,  saat  bersantai di sebuah warung kopi sekitaran Hotel Prapatan,  Kota Singkawang. "Yang bersangkutan ini,  memang sudah menjadi TO kita sejak bulan Maret lalu," kata Jose Rizal, Kasi Wasdikum Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang,  Minggu (17/7).

Jose mengungkapkan pada Maret lalu,  berdasarkan informasi masyarakat,  pihaknya mendatangi dan memeriksa Lao Eou Chung. Namun saat diperiksa, Lao  dengan tegas membantah dirinya WN Malaysia.

Bahkan kepada petugas, tambah Jose Rizal, Lao memberikan bukti memiliki e-KTP,  atas nama Pabayo Lau dengan alamat tinggal di Jalan Sagatani Gare, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan.
"Mendapat bukti itu kami juga sempat kaget. Tapi dari logat bicara dia menunjukkan jelas bahwa bahasa Melayu yang digunakan bukan bahasa Melayu Singkawang, Pontianak, atau Melayu yang ada di Kalbar," paparnya.

Meskipun masih menaruh curiga, tim akhirnya, melepaskan Lao Eou Chung yang kesehariannya membuka usaha berjualan ikan hias di Kota Singkawang. Akan tetapi, lanjut Jose Rizal, tim tetap melakukan penyelidikan dengan melibatkan Tim Pora Provinsi Kalbar, guna menyelidiki identitas yang bersangkutan.

"Akhirnya kita libatkan Timpora, yang terdiri atas Kejaksaan, Kepolisian, Dukcapil dan sebagainya untuk menyelidiki identitasnya dia," jelasnya.

Namun, sewaktu penyelidikan berjalan, diketahui jika Lau Eou Chung ini merupakan warga pindahan dari Kabupaten Bengkayang.

"Kita kejar lagi Dukcapil Bengkayang, disitu timbul keganjilan,  berdasarkan pengakuan  staf di sana ada salah satu dokumen pengurusan yang tidak ditanda tangani, tapi bisa keluar," ungkapnya.


Kemudian, berbekal foto dan sidik jari Lau Eou Chung, pihaknya berupaya untuk menindaklanjutinya ke Konsulat Malaysia, di Pontianak melalui surat resmi tertanggal 1 Juni 2016. Dari situ barulah ketahuan, bahwa nama Pabayo Lau yang tertera di e-KTP itu adalah bernama Lau Eou Chung, yang merupakan WN Malaysia, alamat 2A Lorong Ulu SG. Merah, Sibu, Sarawak.

"Keterangan ini kita dapatkan dari Konsulat Malaysia Pontianak melalui pesan email yang di kirim ke kita pada 27 Juni 2016," jelasnya.

Melalui keterangan itu juga, bahwa yang bersangkutan tidak bisa lagi bersikeras,  kalau dirinya merupakan warga negara Indonesia.


"Meskipun tidak bisa mengelak,  tapi yang bersangkutan tetap berkilah bahwa dokumen dari Malaysia telah dibuang," tandasnya.

Atas tindakan yang dilakukan, lanjut Jose , yang bersangkutan akan dikenakan Pasal 119,  karena masuk dalam wilayah Indonesia tanpa dokumen.


Sementara itu, Lao Eou Chung, saat ditemui di ruang Detensi Kantor Imigrasi Singkawang mengaku bahwa dirinya memang sengaja memilih untuk tinggal di Indonesia.

"Di sini kalau kita kerja pasti bisa sukses. Apalagi kalau kita bisa dekat dengan politisi," katanya dengan dialog khas Melayu Malaysia.

Lao Eou Chung juga sempat menanyakan prihal tindak lanjut kasus yang menjeratnya kepada Kasiwasdikum Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang, Jose Rizal. "Bagaimana pak kasus saya kelanjutannya?" tanyanya.

"Ini kita sedang tahap selanjutnya pak, kasusnya lanjut ya ke mahkamah," kata Jose Rizal.

 Data Sudah Lengkap  

Heru, Kabid Pendaftaran Kependudukan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disadukcapil) Singkawang, mengatakan  dalam menerbitkan e-KTP untuk Lao Eou Chung,  sudah berdasarkan persyaratan baku yang telah ditetapkan.


"Kita mengeluarkan karena memang persyaratan yang dibutuhkan sudah lengkap dari wilayah asalnya. Jadi,  tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengeluarkan KTP yang bersangkutan," katanya.


Heru membantah jika ada anggapan bahwa pihaknya telah kecolongan dalam kasus ini. "Tidak benar,  jika dikatakan kita kecolongan,  karena data yang kita terima sudah lengkap. Sebaiknya jika terkait masalah ini,  bisa dikonfirmasi dengan pihak Bengkayang," pungkasnya. (jee/sut)