Buaya Muara Usia 20 Tahun Dievakuasi

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 691

Buaya Muara Usia 20 Tahun Dievakuasi
Tim evakulasi terdiri atas Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Singkawang, Manggala Agni dan Lembaga Konservasi Sinka Zoo Singkawang, berhasil mengevakuasi buaya milik Budi, warga Jalan Swadaya Gang Ampor, Singkawang Barat, Rabu (20/7) sore SUARA PEMRED/
SINGKAWANG, SP - Seekor buaya muara berusia 20 tahun milik warga, dievakuasi oleh belasan orang dari Tim Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Singkawang, Tim Manggala Agni, dan Lembaga Konservasi Sinka Zoo Singkawang, Rabu (20/7) sore.

Buaya sepanjang empat meter, bobot mencapai 100 kilogram,   ini dipelihara oleh pemiliknya di kolam belakang rumah di Jalan Swadaya Gang Ampor, Singkawang Barat
Sebelum tim melakukan evakuasi, mereka terlebih dahulu harus menguras kolam tempat buaya dipelihara. "Bahaya jika kita langsung angkat, buayanya tidak kelihatan. Kita kuras dulu, baru kita angkat," ujar seorang anggota tim evakuasi.

Usai air dikuras, tim evakuasi juga masih harus berjibaku menarik buaya tali. Butuh sekitar tujuh orang untuk menarik buaya hingga terangkat dari kolam.
Budi (37),  pemilik buaya mengatakan, reptil dirumah itu sengaja dipelihara dari kecil. Dia mengaku bahwa buaya tersebut awalnya milik almarhum orang tuanya,  yang didapat dari pemberian warga Paloh, Kabupaten Sambas. "Bapak saya dikasih orang sekitar tahun 2006, dari ukuran buaya masih sebesar kadal. Terus dipelihara sampai lah sebesar sekarang," kata Budi.  

Menurut Budi, awalnya buaya tersebut memakan katak atau kodok. Namun, sekarang,   setiap dua hari sekali, diberi makan dua ekor ayam. Dan waktu kecil,  buaya itu pernah lepas, tetapi dua hari kemudian, balik lagi ke kolam peliharaannya.
Budi menyerahkan buaya itu secara sukarela ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Singkawang.

"Sekarang, dirumah yang tinggal cuma ibu, tidak ada orang. Saya juga sudah tidak tinggal di rumah, jadi khawatir tidak dirawat. Akhirnya kami putuskan untuk menyerahkannya, " jelasnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Singkawang, Agus Arianto mengatakan, evakuasi yang dilakukan awalnya memang berdasarkan permintaan dari pemilik buaya.
"Memang, pemilik yang sukarela menyerahkan hewan peliharaan buaya miliknya. Kita dihubungi tanggal 17 April lalu,  dan baru dilakukan evakuasi sekarang," kata Agus.

Menurut Agus, hal tersebut menggambarkan tingkat kesadaran masyarakat Singkawang yang sudah mulai membaik terkait satwa yang dilindungi.
"Ini bukti,  makin tingginya kesadaran masyarakat untuk menyerahkan hewan yang dilindungi yang mereka pelihara," ucapnya.

Untuk sementara, lanjut Agus, buaya itu dititipkan dan  dirawat di Lembaga Konservasi Sinka Zoo, sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitatnya.
"Tidak bisa langsung kita lepas, kita rawat dulu sambil membiasakan buaya nanti hidup di alam liar. Karena dia kan selama ini dirawat, tidak hidup di alam liar," tambahnya.

Agus juga mengimbau kepada masyarakat,  untuk tidak lagi memelihara hewan yang dilindungi.
"Karena mekanisme dan sarana pengaturan juga sudah diatur, tidak tidak bisa sembarangan," pungkasnya. (jee/sut)