Langganan SP 2

Geliat “Naga” di Pilkada Singkawang 2017

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 2493

Geliat “Naga” di Pilkada Singkawang 2017
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
PONTIANAK,  SP – Partai-partai politik telah mempersiapkan calon di pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang yang bakal berlangsung pada 15 Februari 2017. Meski tinggal lima bulan lagi, sejumlah partai belum siap mengusung pasangan bakal calon (Balon), kecuali PDIP yang telah mengusung Tjhai Chui Mie.  

Partai berlambang banteng moncong putih ini, diam-diam sudah mengantongi nama satu pasangan Balon di Pilkada Singkawang. Yaitu, Tjhai Chui Mie berpasangan dengan Erwan. Chui Mie anggota DPRD Kota Singkawang periode 2014-2019. Ia memperoleh suara tertinggi pada pemilu legislatif (Pileg) untuk dewan dengan perolehan 3.103 suara.  

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalbar, Kebing membocorkan nama satu paket Balon dari PDIP. Pasangan itu, Tjhai Chui Mie dan Erwan. Keduanya direkomendasikan Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarno Putri bertarung di Pilkada Singkawang 2017.
 

Sayangnya, saat dikonfirmasi, Erwan belum bisa memberikan keterangan. ”Saya lagi Diklat di Jakarta,” tuturnya, akhir pekan lalu.   Bisa jadi ini, PDIP selangkah lebih maju dibanding parpol lain yang belum mengeluarkan rekomendasi, nama Paslon yang bakal diusung.  

“Betul. Bulan lalu, nama Erwan akan mendampingi Tjhai Chui Mie maju di Pilwako Singkawang,” tutur Kebing, kemarin.  

Ketua DPRD Kalbar ini minta kepada kader PDIP, baik di Kota Singkawang, DPD Kalbar maupun DPP Pusat, mengamankan Surat Keputusan (SK) penunjukan pasangan Tjhai Chui Mie dan Erwan.
 

Ketua DPC PDIP Singkawang, Sujianto menyatakan, pemilihan Tjhai Chui Mie dianggap tepat. Sebab, Chui Mie kader PDIP. “Saat ini, kita terus melakukan konsolidasi untuk memantapkan, Tjhai Chui Mie sebagai calon wali kota Singkawang 2017,” kata Kebing.

Sebelumnya, 9 Mei 2016, Ketua DPD PDIP Kalbar, Cornelis memutuskan Tjhai Chui Mie menggunakan perahu PDIP. Cornelis menyerahkan kewenangan kepada Tjhai Chui Mie memilih sendiri calon pendampingnya.
 

Tjhai Chui Mie dengan yakin menyatakan kepada media, dia siap mundur dari kursi DPRD Singkawang yang sekarang ditempati, jika sudah disahkan sebagai Balon dari PDIP. "Saya siap mundur jika sudah disahkan,” katanya.
 

Menurutnya, sebagai kader partai, dia tentu saja akan patuh dan tunduk dengan instruksi partai. Termasuk bila harus maju atau mundur dalam pencalonan sebagai Balon di Pilkada Singkawang.  

Adapun syarat dukungan pasangan Balon minimal memiliki enam kursi di DPRD Kota Singkawang, PDIP sudah memiliki syarat itu. Meski demikian, Sujianto belum mengetahui, partai apa saja yang akan berkoalisi dengan PDIP.

“Masalah koalisi, mekanismenya ditentukan oleh calon yang akan maju. Namun yang pasti
, kita masih terus membangun komunikasi melalui konsolidasi dengan partai lain menuju Pilwako Singkawang 2017,” ujarnya.
 

Pengamat politik Kalbar, Joni Rudwin berkeyakinan, PDIP memilih Erwan mendampingi Tjhai Chui Mie, tentu penuh pertimbangan. Perlu diketahui, jauh hari, PDIP telah mensurvei calon yang akan diusung. Indo Barometer disebut-sebut sebagai lembaga survei yang melakukan analisis dan data, tentang figur yang akan diusung.
 

Bila dilihat rekam jejak, Irwan bisa dibilang tokoh muda Singkawang. Selain aktif di Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI), Erwan juga aktif di sosial kemasyarakatan. Ia pernah menjabat Kepala Unit Dispenda Kalbar di Singkawang. Sekarang, ia berprofesi sebagai PNS di Dispenda Singkawang.
 

“Artinya, kali ini PDIP mengusung tokoh muda maju di Pilkada Singkawang. Peluangnya juga besar sekali,”kata Joni.   Lalu, bagaimana dengan partai lainnya?  

Suyanto Tanjung, Ketua DPD Partai Hanura Kalbar mengatakan, partainya lebih mengutamakan figur dari kader Hanura. Tapi, parpol pimpinan Menkopolkam Wiranto ini, juga membuka peluang dari luar kader.
  “Saat ini sudah ada delapan pasangan calon yang mendaftar di Hanura,” kata Suyanto.  

Dua orang itu di antaranya dari kalangan perempuan. Yakni, Tjhai Chui Mie dan Malika (istri Wali Kota Singkawang) yang juga anggota DPRD Kota Singkawang, periode 2014-2019.
 

Ia menegaskan, semua nama calon yang mendaftar, sebelumnya masuk di tingkat DPC dan selanjutnya dibawa ke DPD Hanura Kalbar. Nantinya, keputusan akhir dari nama calon ini, DPP yang menentukan.
 

Pilihan Hanura tentulah bersyarat. Pertama, calon itu dapat memenangkan Pilkada. Ada survey dilakukan untuk melihat popularitas calon. Kedua, calon itu memiliki rekam jejak yang baik.

Seperti, dikenal dan memiliki kedekatan dengan masyarakat Singkawang.   Sejauh ini, DPD Hanura Kalbar sendiri masih menunggu keputusan dari DPP Hanura. Bila rekomendasi sudah keluar, tahapan selanjutnya, Hanura mendekati parpol lain untuk berkoalisi.

Pasalnya, Hanura hanya dapat jatah dua kursi di DPRD.   “Kita sudah hampir semua parpol kita jajaki pendekatan untuk berkoalisi,” katanya.  

Senada dengan Suyanto, Ketua DPD PPP Kalbar, Retno Pramudya hingga saat ini belum menetapkan calon, meski sudah mengantongi belasan nama. Selain dari kader internal, ada juga calon dari luar kader. Seperti, birokrasi, pengusaha dan akademisi.  

Hanya saja, PPP lebih memilih figur dari kalangan muslim. Alasannya, parpol berlambang Kabah ini, berasaskan Islam. Hal itu bisa saja berbeda dari parpol lainnya. Namun, bila dilihat dari konstelasi di PPP, kemungkinan memilih Abdul Mutholib, kader PKB dan Wakil Walikot Singkawang sekarang.
 

Menurut sumber Suara Pemred, sejumlah parpol lain, seperti PKS, sudah mendekat dan berkomunikasi lebih intens dengan Muthalib. Begitu pun dengan PPP. Tapi, hal itu dibantah Retno.   “Kita masih menunggu keputusan dari DPP,” tuturnya.  

Persiapan Calon

Wakil Wali Kota Singkawang, Abdul Muthalib sudah jauh hari menyatakan siap, meramaikan bursa pemilihan wali kota dan wakil wali kota Singkawang.
  "Saya siap maju, dan itu harus. Karena saya harus melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan, guna mewujudkan Singkawang Serasi (Sejahtera, Ramah, dan Sinergi)," katanya di Singkawang.

Dia mengatakan, selain memiliki parpol sendiri (PKB), saat ini sudah banyak partai meminangnya. Terkait dengan pasangan, ia tak memberi batasan. Muslim ataupun non muslim sama saja. Yang penting tetap serasi. Termasuk bisa saja berpasangan dengan Malika, istri Wali Kota Singkawang.  

Calon independen, Andi Syarif menyebutkan, sejak awal dirinya optimis memenangkan Pilkada di Singkawang. Dia berpasangan dengan Nurmansyah. Keduanya, pada 9 Maret 2016, pertama kali mendeklarasikan diri dan maju. Modalnya?   “Mendapat dukungan langsung dari masyarakat Singkawang,” kata Syarif.

Nurmansyah mantan Kadis Kesehatan Kota Singkawang. Sekarang ini, ia dosen Jurusan Keperawatan di Singkawang.
Sebelumnya,

Syarif menjelaskan, syarat dukungan KTP sudah diperolehnya. Batas persyaratan yang ditetapkan KPU yakni, 16.407. Dukungan itu tersebar di minimal 50 persen kecamatan di Kota Singkawang.
“Syarat kita sudah melebihi. Ada 20 ribu KTP dukungan,” ujarnya pada Suara Pemred, saat itu. (abd/ang/ant/loh/lis/sut)