PN Singkawang Gugurkan Gugatan Kasus Kalender Palu Arit

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 695

PN Singkawang Gugurkan Gugatan Kasus Kalender Palu Arit
ILUSTRASI (republika.co.id)
SINGKAWANG, SP - Pengadilan Negeri Singkawang menggugurkan gugatan pra peradilan kasus kalender palu arit. Gugatan ini dilayangkan  gabungan organisasi kemasyarakatan. Sebelumnya kasus ini juga sempat masuk ke kantor  kepolisian, namun  dihentikan.

Pemohon atau penggugat dalam kasus yang sempat menghebohkan warga Singkawang ini adalah Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pemuda Melayu Kalbar, Iman Maryadi. Aktivis Pemuda Kota Singkawang, Agus Salim dan Forum  Rukun Tetangga Singkawang, Moh AlQadrie AS.


Dalam sidang pra peradilan yang di gelar di Pengadilan Negeri Singkawang, Jumat (30/9) sore kemarin, majelis hakim memutuskan menolak pra peradilan karena dianggap tak punya dasar yang kuat, sehingga pengusutan kasus tidak layak di lanjutkan.

"Pra peradilan terkait kasus palu arit yang  yang dimohonkan, sudah diputus oleh hakim, dan dinyatakan di tolak. Oleh karena itu, kami sampaikan ke masyarakat, bahwa masalah palu arit sudah selesai," ujar Kombes  Andreas Widi Handoko selaku pengacara dari Polres Singkawang, usai sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Singkawang.

Widi Handoko meminta kepada masyarakat Singkawang agar tidak lagi mempermasalahan kelender palu arti yang sebelumnya pernah beredar luas di rumah-rumah masyarakat Singkawang.


"Mari sekarang kita kembali ciptakan kondisi yang kondusif di Singkawang. Apalagi sebentar lagi Singkawang akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah,” kata Widi.

Terkait Pilkada, Widi juga memperkirakan, masalah kelender palu arit ada kaitannya dengan kepentingan politik di Singkawang. “Kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi,” jelas Widi.

Kendati pra peradilan sudah ditolak, namun kata Widi, peristiwa itu menjadi catatan sejarah tersendiri bagi  Polres Singkawang.

Sementara,  dari pihak gabungan organisasi kemasyarakatan, yang mengajukan gugatan,  tidak berkomentar atas  putusan penolakan pra peradilan tersebut. (abd/jee/sut)