Tiga Rumah Ibadah Berdampingan di Kota Singkawang

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1091

Tiga Rumah Ibadah Berdampingan di Kota Singkawang
Rumah ibadah yang berdiri berdampingan di Pusat Kota Singkawang.(suara pemred/ abdul)
SINGKAWANG, SP- Terdapat 15 sub suku yang ada di Kota Singkawang,  saat ini beragam budaya yang mampu hidup berdampingan dan saling bertoleransi. Kenyataan ini juga yang akhirnya menjadikan Singkawang termasuk dalam posisi tiga kota se-Indonesia, yang memiliki toleransi budaya dan beragama terbaik.

Untuk menopang keberagaman budaya di Singkawang, salah satu simbol nyata yang terlihat di Kota Amoi ini dibuktikan dengan adanya tiga rumah ibadah di tengah kota, yang berdiri berdampingan. Jika dilihat dengan seksama, posisi ketiga bangunan tersebut berbentuk segi tiga.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Singkawang, Suryono, mengatakan, ke tiga rumah ibadah umat beragama masing-masing bangunan mempunyai sejarah tersendiri.
Seperti Masjid Raya Singkawang, dengan bangunan besar dan menara yang menjulang tinggi yang saat ini telah menjadi ikon Kota Singkawang.

Sementara, klenteng dan gereja yang juga berdiri berdampingan, masing-masing merupakan tempat ibadah tertua di Singkawang.
“Inilah yang membuat Singkawang menjadi unik, dan belum tentu dimiliki oleh semua kota.

Tak hanya itu, Singkawang juga diapit oleh dua bukit, dengan laut yang berpantai, menjadi lebih eksotis, dan menyenangkan untuk dikunjungi.

"Jarang ada kota di Kalbar yang memiliki bukit, juga memiliki laut dengan pantainya. Jadi saya kira, Singkawang sangat menarik untuk dikunjungi, potensi wisata alamnya juga," pungkasnya. (sp/sut).