Langganan SP 2

Tahun 2018, 50 Persen Guru SD di Singkawang Pensiun

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 468

Tahun 2018, 50 Persen Guru SD di Singkawang Pensiun
Ilustrasi
SINGKAWANG, SP- Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang, M Nadjib memprediksi pada tahun 2018, kurang lebih sebanyak 50 persen guru SD di Singkawang akan pensiun. “Untuk mengatasi hal ini, tentu kita berharap ke pemerintah pusat agar bisa mengangkat pegawai,” harap Nadjib.

Nadjib mengungkapkan selama ini pihaknya mengatasi permasalahan secara insidentil. Pasalnya, Wali Kota Singkawang kerap meminta mahasiswa untuk magang.  Setiap tahunnya,  tidak lebih dari 40 mahasiswa direkrut.

Dalam satu hari, selama setahun, mahasiswa magang itu diberi uang transport sebesar Rp 50 ribu. Namun tetap saja kebutuhan  guru masih belum terpenuhi.  “Tahun ini rencananya kita mengangkat guru tidak tetap sebanyak 100 orang. Anggarannya diajukan DPRD. Dengan begitu, barangkali akan terpenuhi kuota kekurangan guru SD di daerah pinggiran,” jelas Nadjib.

Selain pemecahan masalah lewat Wali Kota, pihak SD terpaksa mengangkat sendiri guru-guru untuk menutupi kekurangan. Pembiayaannya menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).  Tapi, honor yang didapat guru-guru tersebut berkisar Rp300-400 ribu. Jumlah yang tidak layak di zaman sekarang.

“Bagaimana mereka mau konsentrasi, kasihan. Dari segi kemanusiaan tidak bisa. Nanti kepala sekolah mengangkat guru tidak tetap itu dengan gaji sesuai dengan UMR yang lebih layak,” tambahnya.

Sementara,  kekurangan guru memang hanya terjadi pada jenjang SD. Jumlah guru SMP dan SMA/SMK masih dirasa cukup. Guru SD yang merupakan guru kelas, tidak sebanyak guru SMP atau SMA/SMK yang mengajar mata pelajaran tertentu.

“SD ini spesifik, guru kelas dia. Maka gelarnya pun PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Di Singkawang ini dan beberapa tempat, tidak ada jurusan PGSD, termasuk IKIP Pontianak, hanya ada di Untan. Jadi rencana kita mau merekrut guru PGSD yang belum bekerja itu,” tutupnya. (bls/jee)