Kantor Dirusak, KPU Singkawang Laporkan Massa MAAF ke Polisi

Singkawang

Editor sutan Dibaca : 1384

Kantor Dirusak, KPU Singkawang Laporkan Massa MAAF ke Polisi
TENANGKAN MASSA- Kapolres Singkawang, AKBP Sandi Alfadien Mustofa menenangkan massa pendukung MAAF di Kantor KPU Singkawang. (SP/ Abdul)
PONTIANAK, SP –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat telah membuat laporan polisi untuk segera proses hukum pasangan Moses Ahie – Amir Fatah, karena tidak mampu mengendalikan  massa saat demonstrasi pada  Selasa (22/11) siang.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk melakukan tindakan kepolisian. Karena pengrusakan fasilitas umum, merupakan perbuatan tindak pidana yang harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ramdan, Ketua KPU Singkawang.

Diberitakan sebelumnya, bakal calon Wali Kota Singkawang Moses Ahie – Amir Fatah, dari calon independen dicoret KPU setempat,  karena tidak memenuhi persyaratan dukungan minimal, setelah diberikan kesempatan selama satu pekan.

Tidak terima dicoret, massa Moses Ahie – Amir Fatah menggelar aksi demonstrasi diserta pengrusakan Kantor KPU Kota Singkawang. Meja kaca di ruang tamu KPU Kota Singkawang pecah berderai. Belum puas memporak-porandakan Kantor KPU, massa ratusan orang bergerak ke pasar, merusak patung naga sebagai ikon Kota Singkawang. Potongan patung naga dicampakkan begitu saja di pinggir jalan raya.

Ulah massa pendukung Moses Ahie – Amir Fatah, tidak pelak jadi tontonan masyarakat sekitar. Tidak sedikit dari warga mengabadikan dalam bentuk audio visual insiden pengrusakan, dan langsung diunggah ke media sosial, sehingga beritanya menyebar sangat cepat.  Puas melampiaskan aksinya, massa  akhirnya membubarkan diri.

Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa mengimbau semua pihak untuk menahan diri, agar terhindar dari berbagai tindakan anarkis.  "Kita berharap dengan langkah persuasif semuanya berjalan kondusif," katanya

Sementara,  Komandan Kodim (Dandim) 1202 Singkawang, Letkol (Czi) Darody Agus mengatakan, TNI AD, tetap berada di barisan Polri, untuk turut serta menciptakan rasa aman dan tentram bagi masyarakat.

"TNI AD dan Polri sekarang lebih memprioritaskan mendinginkan suasana, agar tidak terjadi lagi tindakan anarkis lanjutan," ujarnya.  (aju)