Rabu, 29 Januari 2020


Ditinggal Burung Walet, APW Kota Singkawang Bubar

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 2130
Ditinggal Burung Walet,  APW Kota Singkawang Bubar

Sarang Burung Walet (SP/Ist)

SINGKAWANG, SP – Asosiasi Pengusaha Walet (APW) Kota Singkawang dipastikan tidak aktif. Kondisi ini disebabkan rumah sarang burung walet milik pengusaha yang tergabung dalam organisasi tersebut tidak lagi produktif.  

"Banyak pengusaha walet gulung tikar, karena burung walet di sini banyak lari ke tempat lain. Kondisi ini kemudian membuat APW bubar secara alami, karena tidak ada yang diurus lagi,” kata mantan Ketua APW Kota Singkawang, Iwan Gunawan.

Menurutnya, Iwan menilai, faktor pengusakan alam yang terjadi di Singkawang menjadi penyebab burung walet yang dulunya banyak ditemui, kini berpindah ke tempat lain untuk mendapatkan sumber makanan.  

Kendati APW sudah bubar, lanjut Iwan,  pengusaha walet bisa kembali mendaftar ke Pemkot Singkawang melalui Badan Keuangan Daerah (Bankeuda) untuk mengetahui apakah usaha walet masih aktif atau tidak.  

Sementara itu,  Kepala Badan Keuangan Daerah (Bankeuda) Singkawang, Muslimin mengatakan, meskipun APW Singkawang telah bubar, namun pihaknya tetap akan melakukan penarikan pajak langsung kepada para pengusaha walet yang masih ada di Singkawang.  

Pihaknya juga berencana akan membentuk tim lintas Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang terdiri dari Dinas Perizinan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), untuk memantau usaha sarang burung walet di Singkawang.  

"Jika tim sudah terbentuk, kita akan mendata kembali pengusaha walet yang ada, supaya pajaknya bisa di pungut secara maksimal. Jadi nanti, masing-masing pengusaha walet harus mendaftarkan usahanya," kata dia.  

Setelah didaftarkan, lanjut Muslimin pihaknya akan melayangkan surat resmi ke pengusaha untuk membahas perhitungan pajak yang nantinya akan dikenakan ke mereka.   Apabila dalam prosesnya nanti ditemukan ada pengusaha walet yang enggan mendaftarkan usaha waletnya, maka akan dilakukan pemanggilan.  

"Bagi yang tetap mbandel akan ada sanksi eksekusi penyegelan," katanya. (abd/jee)


Baca Juga:
Kecelakaan di Jalan Raya Nusapati, Dua Pengendara Motor Tewas