LPK Singkawang Harap Pedagang Ilegal Ditindak Tegas

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 591

LPK Singkawang Harap Pedagang Ilegal Ditindak Tegas
ilustrasi
SINGKAWANG, SP – Ketua Lembaga Pelindungan Konsumen Kota Singkawang, Sumarno menilai peran Pemkot Singkawang mencegah peredaran komoditas pangan ilegal dari Malaysia belum maksimal. Hal ini ia menurut dia bisa terlihat dari masih ditemukan berbagai produk yang diduga ilegal tersebut  di sejumlah pasar di Kota Singkawang khususnya saat memasuki hari besar keagamaan.

“Dari laporan yang masuk ke kita, barang ilegal yang masuk ke Singkawang seperti gula, wortel, dan bawang putih. Saat ini komoditas tersebut banyak dijual di pasar-pasar Singkawang,” ujarnya, Minggu (21/5). Untuk menutupi praktek ilegalnya, lanjut Sumarno, oknum pengusaha tersebut   biasanya tidak memajang terlalu banyak barang dagangan di tokonya agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Di sinilah harus ada peran pemerintah memberantas para pelaku usaha nakal tersebut,” jelasnya. Sumarno memastikan dugaan yang disampaikannya tersebut bukan sekadar isapan jempol. Ia meyakinkan, jika Pemkot Singkawang benar-benar berkomitmen untuk menumpas praktek perdagangan ilegal tersebut, maka pihaknya bersedia memberikan data-data pelanggaran perdagangan yang ia miliki.

“Kita siap memberitahu infonya, dengan catatan pelaku usaha ditindak tegas,” tegas dia. Akibat lemahnya pengawasan dan sanksi yang diberikan oleh Pemkot singkawang dan aparat penegak hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan pedagang, membuat praktek perdagangan curang semakin meningkat.

“Kalau tidak ada perhatian pemerintah, otomatis akan terus meningkat dan tumbuh, karena kesempatan seperti ini akan terus dimanfaatkan pelaku usaha nakal tersebut,” pungkasnya. Sebagimana diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Singkawang Hendryan mengatakan pengawasan harga bahan pangan di pasar berada di kewenangan Pemprov Kalbar.

"Kalau untuk pengawasan kita tidak punya hak lagi, itu provinsi yang punya kewenangan, jadi kita tidak bisa seenaknya melakukan inspeksi mendadak pasar. Kalau melakukannya, kita melanggar aturan,” ujarnya. Pemkot Singkawang menurut dia saat ini hanya berkewenangan untuk memberikan informasi dan data perdagangan di Singkawang kepada Pemprov Kalbar apabila nantinya diminta.

“Biasanya nanti mereka (provinsi) yang turun memantau, dan mereka juga akan melibatkan kita di situlah nantinya kita akan berikan semua data dan informasi yang kita ketahui,” jelasnnya. (pul/jee)