Jam Operasional Warnet Dipangkas

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 814

Jam Operasional Warnet Dipangkas
Razia Warnet – Polisi saat merazia pelajar berseragam sekolah di warnet. Di Kota Singkawang, selama bulan Ramadan, Diskominfo Singkawang mengeluarkan aturan pembatasan waktu operasional warnet.
SINGKAWANG, SP - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang memberlakukan aturan jam operasional warung internet (warnet) selama bulan Ramadan 2017. Staf Diskominfo Kota Singkawang, Sabarani menjelaskan, selama bulan Ramadan, jam buka warnet dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB dan dibuka kembali pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
"Kita ingatkan kepada pengelola warnet di Kota Singkawang agar taat aturan jam operasional selama bulan Ramadan, dan jangan sampai ada yang melanggar," ujarnya, Kamis (25/5).

Ketentuan lain yang diberlukan Diskominfo Singkawang kepada pengelola warnet ialah larangan menerima pelajar selama jam sekolah berlangsung. Pengelola juga dipinta memonitor situs yang dibuka pengunjung warnet.
 
“Pengunjung tidak boleh membuka situs porno. Ini harus dipantau pengelola warnet, dan kita juga meminta sekatan tempat bermain warnet minimal dibuat dengan ketinggian 40 senti meter," terangnya.

Jika ditemukan warnet yang melanggar aturan jam operasional yang dikeluarkan, Sabarani mengingatkan, Pemkot Singkawang akan memberi sanksi tegas berupa penutupan tempat usaha.

"Jadi kita harapkan semua itu dapat ditaati dan mematuhi aturan yang telah disepakati," pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang, Sumberanto mendukung aturan jam operasional warnet yang dikeluarkan Diskominfo Singkawang.
  " Ini sangat bagus sekali, dengan begitu setidaknya kita menghormati saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa," terangnya. Sumberanto menilai, aktivitas warnet saat bulan Ramadan akan menganggu kekhusyukan umat Islam yang menjalankan ibadah. Karenanya sudah sewajarnya diberlakukan pengaturan jam operasioal dan memberikan sanksi tegas kepada pengelola warnet yang melanggar aturan. "Tapi kalau bisa saya harapkan agar pelaku usaha warnet dapat mentaati peraturan,” pungkasnya. (pul/jee)