Langganan SP 2

Pemkot Godok Penetapan Harga Bahan Pokok

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 319

Pemkot Godok Penetapan Harga Bahan Pokok
AYAM POTONG – Penjual ayam potong di pasar tradisional Singkawang. Saat ini harga bahan pokok seperti telur ayam, ayam potong dan daging sapi mulai mengalami kenaikan harga jual. suara pemred/saiful fuad.
SINGKAWANG, SP - Pemerintah Kota Singkawang akan menggodok penetapan harga tiga bahan pokok seperti telur, ayam potong, dan daging sesuai rencana Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat.

"Penetapan harga tiga bahan pokok seperti telur, ayam potong dan daging akan kita godok bersama dinas terkait," kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Singkawang, Yusnita Fitriadi, akhir minggu lalu.

Diharapkan, penetapan harga itu nantinya tidak memberatkan satu di antara pihak saat penetapan harga telah di sahkan.

Dia juga berharap, setelah disetujui oleh Walikota Singkawang kebijakan harga yang diambil nanti dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak terkait.

"Tentu kita berharap ini bisa bermanfaat bagi produsen dan konsumen, dan yang terpenting ketersediaan barang bisa tercukupi," harapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf, melakukan pertemuan di Kantor Wali Kota Singkawang guna membahas penetapan harga telur, ayam potong, dan daging bersama peternak ayam dan telur serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Singkawang, awal minggu lalu.

Menurutnya pembahasan tersebut penting karena 90 persen kebutuhan telur di Kalbar di suplai dari Kota Singkawang.

"90 persen kebutuhan Kabupaten/Kota di Kalbar pada telur ini dipasok dari Kota Singkawang, jadi mereka yang menentukan stok dan harga. Yang mana kebutuhan akan telur ini per harinya mencapai 125 ton atau sekitar 1,1 juta butir telur," kata Manaf.

Namun, harga di setiap wilayah tentunya akan berbeda, tergantung akan jarak dan segala macamnya. Di sisi lain ada beberapa ketetapan yang harus disepakati, misalnya harga penjualan telur dari kandang.

"Untuk harga telur dari kandang sekitar Rp22 ribu per kilogram dan untuk di tingkat konsumen sekitar Rp25 ribu per kilogram. Tentu ini akan berbeda di setiap daerah nantinya karena itu nanti kami juga akan adakan pertemuan dengan daerah lain untuk kesepakatan harga," ujarnya.

Tidak hanya telur, Kota Singkawang juga merupakan produsen ayam potong di Kalbar. Karena itu kesepakatan akan harga ayam potong ini juga dibahas pada pertemuan tersebut.

"Untuk ayam potong, Kota Singkawang ini menjadi penyuplai 60 persen dari kebutuhan seluruh kabupaten/kota di Kalbar," ungkapnya.

Di mana untuk di tingkat konsumen, lanjutnya, maksimal di patok dengan harga Rp35 ribu per kilogram.

Dalam pertemuan tersebut, dirinya juga membahas penetapan harga daging sapi dan kerbau. Serta kesepakatan untuk tidak memotong sapi betina yang produktif.

"Untuk daging segar paling tinggi Rp130 ribu, kalau daging beku Rp80 ribu, daging kerbau Rp70 ribu per kilogram. Selain itu dilakukan juga Kesepakatan untuk tidak memotong sapi betina yang produktif," katanya. (ant/jee)