Mahasiswa dan Tokoh Pemuda Ajak Masyarakat Bersatu

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 415

Mahasiswa dan Tokoh Pemuda Ajak Masyarakat Bersatu
Bagikan Surat - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Kota Singkawang saat membagikan surat yang berisikan makna Pancasila kepada pengendaraan di jalan protokol di Kota Pontianak. suara pemred/saiful fuad
SINGKAWANG, SP - Pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Penetapan tersebut disampaikan dalam pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka Bandung. Sejak hari itu, berbagai cara dilakukan masyarakat Indonesia memperingati hari bersejarah tersebut.

Dalam memaknai Hari Lahir Pancasila, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Kota Singkawang, Dadang Suryadi mengatakan, hendaknya diikuti masyarakat dengan menanamkan mental dan mengamalkan Pancasila.

“Semua pihak juga harus menghayati fungsi dari Pancasila. Jangan disalah artikan,” ujarnya di sela aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Kota Singkawang dengan membagian surat yang berisikan makna tentang Pancasila kepada pengendara yang melintas di jalan protokol di Kota Singkawang, Kamis (6/1).

Pembagian surat yang dilakukan, menurut Dadang merupakan salah satu wujud memperingati Hari Pancasila oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Kota Singkawang. Selain itu, kegiatan yang dilakukan juga untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, Dadang juga berharap akan menjadi  barometer pemersatu terhadap perbedaan suku, agama, dan etnis di Kota Singkawang. “Dasar Negara Bangsa Indonesia harus dijunjung tinggi keberadaannya, pedoman Pancasila yang telah diterapkan dari dulu menjadi pedoman pemersatu yang harus mampu dipertahankan,” pungkasnya.

Sementara tokoh pemuda melayu Kota Singkawang, Afriza Rusandi berharap, melalui Hari Lahir Pancasila semua pihak menanamkan kembali semangat cinta kebangsaan.

“Jikapun ada perbedaan dalam bersikap,  baik itu politik ataupun pandangan keyakinan, jangan berlarut, apalagi mengingat kondisi bangsa Indonesia masih sensitif sejak beberapa bulan terakhir,” ujarnya. Ia juga mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah menyelesaikan polemik yang selama ini menjadi ketengangan di masyarakat.

“Saya meminta pemerintah sesegera mungkin menghentikan semua polemik yang terjadi di masyarakat dengan merangkul semua golongan,” pungkasnya. (pul/jee)