Pemkot Klaim Harga Sembako Stabil

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 648

Pemkot Klaim Harga Sembako Stabil
TRANSAKSI – Seorang pembeli dan pedagang tengah bertransaksi di Pasar Tradisional Sianjo-anjo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (3/5), hingga hari kelima pasca lebaran harga kebutuhan pokok dan sayur mayur di Kota Singkawang masih stabi
SINGKAWANG, SP – Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Singkawang memastikan harga dan stok Sembilan Bahan Pokok (Sembako) terpantau stabil di sejumlah pasar di Kota Singkawang   “Pasca Idul Fitri, harga beberapa komoditi tidak ada yang melebihi harga yang telah ditentukan Harga Eceran Tertingginya (HET) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang,” katanya Kasi Distribusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Singkawang, Helmi Aswan, Kamis (29/6).   Adapun komoditi yang terpantau stabil di antaranya daging sapi, daging ayam, dan telur ayam yang justru harga jualnya di bawah HET.

"Kita sudah melakukan survei di sejumlah pasar, tidak ada pedagang yang menjual sembako di atas HET. Contohya seperti daging sapi, yang saat ini sudah dijual seharga Rp120 ribu per kilogram,” ungkap Helmi.
  “Sebelumnya, harga sapi kita ketahui sempat naik menjadi Rp130 ribu per kilogram. Ini sesuai dengan harga HET yang telah kita tentukan sebelum hari raya Idul Fitri," tambahnya.

Penurunan harga daging sapi tersebut, diakuinya sudah terjadi sejak H+2 Idul Fitri.
  Sedangkan untuk daging ayam yang sudah dipotong bersih, saat ini dijual dengan harga rata-rata Rp33 ribu per kilogram.   "Sedangkan telur ayam, dari Rp24 ribu per kilogram turun menjadi Rp22 ribu per kilogram. Terjadi penurunan sebanyak delapan persen," kata dia.

Ia juga mengatakan sesuai pengakuan dari para pedagang, penurunan harga telur ayam disebabkan permintaan telur sudah kembali normal, ditambah lagi stok telur masih banyak.
  Sementara itu, untuk sayur mayur, Helmi mengatakan juga mengalami perubahan harga.   "Untuk sayur stabil dengan harga jual yang normal, seperti wortel dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram, kentang jawa berkisaran Rp18 ribu per kilogram, kol Rp12 ribu per kilogram," katanya.
Sedangkan untuk syur sawi, saat ini masih dijual dengan harga tinggi, yakni rata-rata Rp5 ribu per ikat atau Rp23 ribu per kilogramnya. Cabai rawit dijual rendah yakni Rp30 ribu sampai dengan Rp35 ribu per kilogram.
  " Untuk komoditi bawang, seperti bawang putih masih dijual dengan harga murah yakni Rp25 ribu per kilogram. Dan bawang merah stabil di harga Rp30 ribu per kilogram, begitu juga dengan ikan yang relatif stabil," terang Helmi.   Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan tidak terjadi lonjakan harga signifikan terhadap beberapa bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional usai Lebaran 2017.

"Mengenai harga sampai dengan hari ini pasokan merata terutama di daerah-daerah itu tetap terjaga," kata Mendag, saat meninjau Pasar Cihapit Kota Bandung, kemarin.

Diakuinya, usai melakukan pengecekan ke sejumlah pasar, terjadi kenaikan beberapa harga bahan pangan yang dipicu belum normal aktivitas perdagangan di pasar.

Namun, kata dia lagi, kenaikan itu masih dalam batas wajar, serta disebabkan oleh beberapa faktor yang masih bisa ditoleransi.

"Ada sedikit kenaikan karena cuma satu dua pedagang yang baru buka, tapi itu jauh di bawah kondisi tidak normal pada tahun-tahun sebelumnya. H+1, H+2, dan H+3 di tengah kondisi belum buka semua, lonjakannya biasanya tinggi sekali dan ternyata ini juga tidak terlalu tinggi," kata dia.

Menurut Mendag, kesadaran pedagang yang mulai tumbuh juga menjadi salah satu faktor harga bahan pokok tidak tinggi. Mereka yang telah kembali berjualan, tidak tergiur untuk memanfaatkan situasi ini.

Selain itu, peran serta dari Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas harga, patut diapresiasi, terlebih kenaikan harga kebutuhan pokok pada lebaran kali ini tidak terlalu melonjak tajam seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Semua bisa terkendali dan ibu-ibu bisa tersenyum bahagia, tidak terbebani oleh pengeluaran yang tidak perlu," kata Mendag pula. (pul/ant/bob)