Kepala BNN Singkawang, Chrismas Siswanto

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 584

Kepala BNN Singkawang, Chrismas Siswanto
Upacara Peringatan - Jajaran Forkopimda Kota Singkawang saat upacara peringatan Hari Anti Narkoba Indonesia (HANI) di Kantor BNN Kota Singkawang, Kamis (13/7) .Upacara pada hari itu dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Singkawang, Heri. suara
SINGKAWANG, SP – Badan Narkotika Nasional (BNN) Singkawang mencatat angka penggunaan narkoba di Kota Singkawang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.  

Kepala BNN Singkawang, Chrismas Siswanto mengatakan bahwa berdasarkan data pasien rehabilitasi yang dimiliki BNN Singkawang, pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi di BNN Singkawang saat ini jumlahnya telah mencapai ratusan.     

"Yang mau direhab itu sudah seratus lebih. Meningkat terus. Artinya, jika orang yang mau direhab meningkat, berarti peredaran narkoba masih terus terjadi," kata Chrismas usai upacara Hari Anti Narkotika Indonesia di Kantor BNN Sigkawang, Kamis (13/7).  

Penanganan peredaran narkoba menurut Chrismas tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN. Semua pihak memiliki peran untuk mengatasi masalah ini.  

"Jangan ada ego sektoral. Semua harus berperan aktif melakukan pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba," pintanya.   

Sebagai salah satu kota tujuan wisata, Kota Singkawang menjadi wilayah yang menjadi pangsa pasar pengedar narkoba. Selain itu, secara geografis, Kota Singkawang juga menjadi kota transit narkoba yang dibawa pengedar narkoba dari perbatasan Kalbar seperti Aruk di Kabupaten Sambas, dan Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.  

Hal tersebut telah dibuktikan melalui penangkapan narkoba jenis sabu dari Malaysia yang masuk melalui Arung, Kabupaten Sambas, di salah satu hotel di Kota Singkawang.  

"Pengungkapan sabu dua kilo ini sudah kita serahkan ke BNNP. Jadi Singkawang ini tempat transit sekaligus tempat pemakai juga. Suplainya dari Aruk, Jagoi Babang, dan Beting," ungkapnya.    

Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan melalui momentum Hari Anti Narkoba Indonesia, upaya pemberantasan narkotika dilakukan dengan mengedepankan upaya pencegahan dan penindakan tegas.  

"Untuk penindakan tegas kepada bandar dan pengedar tidak ada ampun. Kalau ketangkap, kita proses," tegas Chrismas.  

Sementara terpisah, Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto meminta aparat kepolisian tegas dalam upaya pemberantasan narkoba di Kota Singkawang yang menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan.  

"Penggunaan narkoba di Singkawang sudah sangat luar biasa. Tentunya dibutuhkan cara tegas untuk penanganannya," ujarnya.   

Sujianto juga berharap peringatan Hari Anti Narkoba tidak hanya bersifat seremonial tanpa disertai dengan langkah konkrit untuk memberantas narkoba khususnya di Kota Singkawang. (abd/jee)

Komentar