Langganan SP 2

Siaga banjir, BPBD Pantau Volume Air

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 240

Siaga banjir, BPBD Pantau Volume Air
Banjir – Sejumlah perawat RSUD dr Abdul Aziz melintasi banjir yang terjadi di kawasan rumah sakit pada pertengahan tahun 2015. Banjir yang terjadi kala itu bahkan memasuki sejumlah bangsal perawatan rumah sakit milik pemerintah tersebut. suara pemred/elia
SINGKAWANG, SP – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang, Burhanudin mengingatkan warga waspada ancaman banjir.   “Mengingat sudah memasuki musim hujan, biasanya Singkawang pasti banjir. Warga saya minta untuk lebih waspada,” katanya, Rabu (19/7).  

Beberapa titik lokasi rawan banjir di Kota Singkawang ada di kawasan Pasar Baru, Sekip Lama, Bukit Batu, Naram, Semelagi Hulu, dan Setapuk Hilir. Di titik lokasi ini, Burhanudin meyakinkan pihaknya terus melakukan pemantauan.  

"Memang dari saat ini hasil monitoring kita belum ada banjir di Singkawang, namun kita tetap waspada, terutama saat pasang air laut dan dalam waktu bersamaan turun hujan," bebernya.   Selain itu, BPBD Singkawang juga terus memantau peningkatan ketinggian air. Sekecil apapun peningkatan volume air akan akan selalu diwaspadai.  

"Kami juga diperintahkan Wali Kota Singkawang dan dinas terkait untuk penanggulangan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” pungkasnya.   Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto menjelaskan, banjir yang terjadi di Kota Singkawang karena buruknya drainase yang ada di Kota Singkawang.  

“Ditambah penduduk yang kurang peduli merawat atau membersihkan saluran air, akibatnya drainase tersumbat. Jadi bingung air mengalirnya ke mana,” jelasnya.   Seharusnya menurut Sujianto, sistem pembuangan air terkoneksi atau terintegrasi menuju ke muara laut, namun yang terjadi parit dan sungai di Singkawang semakin hari semakin menyempit.  

"Coba kita lihat parit bukan melebar tapi malah mengecil, bahkan rumah penduduk pun ada di atas parit,” sesalnya.   Dampak banjir menurut Sujianto tidak hanya terjadi di rumah-rumah warga. Sarana perkantoran, seperti Kantor Wali Kota Singkawang, DPRD Singkawang bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Aziz Singkawang pun setiap tahunnya menjadi langganan terendam banjir.  

“Dulu di Singkawang Barat banyak lahan persawahan, tapi sekarang sudah berubah fungsi menjadi lahan pemukiman, padahal itu sebenarnya kawasan resapan air,” ungkapnya. (pul/jee)