Singkawang Raih Predikat Kota Peduli HAM

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 446

Singkawang Raih Predikat Kota Peduli HAM
Foto Bersama – Peserta sosialisasi Permenkumhan Nomor 34 Tahun 2016 tentang Kriteria Daerah Kabupaten/Kota Peduli HAM di Kantor Wali Kota Singkawang foto bersama usai sosialisasi dilakukan, Kamis (27/7)
SINGKAWANG, SP – Kota Singkawang menjadi salah satu kota di Indonesia yang mendapat kriteria Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2016. Untuk menjadi Kota Peduli HAM, terdapat 83 kriteria yang harus dipenuhi, seperti terpenuhinya perempuan, pendidikan, dan kesehatan.  

“Singkawang sudah masuk dan dapat penghargaan dalam ketegori itu, sebab sudah memenuhi unsur-unsurnya,” kata Kasubit Kemajuan HAM Kemenkumham Kalbar, Zulzaini Mansyur usai sosialisasi Permenkumhan Nomor 34 Tahun 2016 tentang Kriteria Daerah Kabupaten/Kota Peduli HAM di Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (27/7).  

Meskipun telah mendapat prediket Kota Peduli HAM, namun Zulzaini berharap Pemkot Singkawang tidak segera berpuas diri. 
  “Pencapaian yang telah didapat perlu ditingkatkan lagi dari tahun ke tahun, agar perbaikan kriteria yang diharapkan semakin meningkat,” pinta Zulzaini.  

Disinggung masalah pelanggaran HAM dalam cakupan Kalbar, diakuinya tidak menutup kemungkinan pelanggaran juga terjadi di Singkawang. Namun di sinilah menurutnya yang harus diperhatikan oleh Pemkot Singkawang agar permasalahan itu bisa segera diselesaikan.  

“Contohnya, pelanggaran HAM biasa muncul karena beberapa kepentingan pihak, nah, bagaimana mengatur kepentingan itu agar satu dengan lain berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dan kepentingan itu dapat dipecahkan secara baik pula,” bebernya.  

Peran masyarakat untuk membantu menyelesaikan pelanggaran HAM menurut Zulzaini menjadi sangat penting. Karenanya ia mengimbau masyarakat dapat membantu dengan cara melaporkan jika menemukan pelanggaran HAM di sekitar mereka.  

“Laporkan saja ke pihak berwenang apabila melihat pelanggaran HAM, mereka nanti akan mencarikan solusinya dan mencari jalan tengah dengan tidak menyalahkan siapa pun,” pungkasnya.   Sementara Kasubbag Bantuan Hukum dan HAM Sekretariat Daerah (Setda) Singkawang, Herlia Damayanti mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan hari itu menjelaskan tentang 83 krtieria dasar peduli HAM.  

“Dengan sosialisiasi ini mudah-mudahan kita masih menjadi kota peduli HAM, meskipun agak sulit,” pungkasnya. (pul/jee)