Pemanfaatan IPA PDAM Dipertanyakan

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 458

Pemanfaatan IPA PDAM Dipertanyakan
Pipanisasi – Sejumlah pekerja tengah melakukan pemasangan pipa untuk saluran air PDAM. Di Kota Singkawang, IPA milik PDAM Gunung Poteng Dipertanyakan karena tidak kunjung beroperasi.
SINGKAWANG, SP – Intalasi Pengolahan Air (IPA) 150 liter per detik milik PDAM Gunung Poteng Singkawang di Kecamatan Roban, Kelurahan Singkawang Tengah dipertanyakan. Pasalnya, dari awal dibangun hingga saat ini, IPA tersebut tidak kunjung dimanfaatkan.  

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat, Geli Gersang (G2) Singkawang, Muhammad Deni Isnaeni mengatakan di tengah kebutuhan air bersih masyarakat Singkawang yang masih sangat kurang, seharusnya adanya IPA dapat menjadi solusi.  

“Masyarakat Singkawang sangat membutuhan ketersediaan air bersih, namun ternyata IPA yang sudah dibangun tidak difungsikan,” katanya, Rabu (2/8).   Menurut dia, Pemkot Singkawang yang paling bertanggung jawab menyediakan air bersih ke masyarakat Singkawang. Apalagi ketersediaan air bersih untuk masyarakat juga merupakan visi dan misi pembangunan Wali Kota Singkawang, Awang Ishak.  

“Meskipun dana yang didukung pemerintah melalui APBN, APBD Provinsi serta APBD Kota Singkawang dari tahun 2009 sampai tahun 2017 sangat fantastis, tapi kebutuhan air di Kota Singkawang belum sampai target. Bahkan dana pembuatan IPA, intake serta jaringan pipanisasi dan lain-lain mencapai ratusan miliar," katanya.
 

Deni berharap Kementerian PUPR serta Pemerintah Kota Singkawang segera memanfaatkan IPA tersebut, mengingat kebutuhan air bersih sangat minim untuk pendistribusian ke konsumen.   "Ini akan menjadi pemborosan kalau tidak dilanjutkan. Saya berharap, Pemkot Singkawang segera memanfaatkannya sehingga pembangunan IPA sesuai harapan masyarakat," pungkasnya.   Menanggapi hal itu, Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengaku optimistis permasalahan air bersih di Kota Singkawang tuntas sebelum masa jabatannya berakhir pada 17 Desember 2017 mendatang.    

"Saya yakin akan selesai, sebab untuk IPA 150 liter per detik di Tirtasari Roban hanya tinggal penyelesaian saja. Seperti pembangunan pagar, pemasangan pipa, dan lain-lainnya," jelas Awang.   Menurut Awang, apabila semuanya sudah selesai, maka untuk meresmikannya pun akan lebih baik. Jadi Awang meyakini, semuanya akan selesai sesuai harapan sebelum masa kepemimpinannya berakhir.  

"Pada intinya air bersih, pendidikan dan kesehatan harus nomor satu. Jadi akan kita selesaikan permasalahan itu," pungkasnya. (pul)

Komentar