Langganan SP 2

Kapolres Sesalkan Postingan Kebencian di Medsos

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 172

Kapolres Sesalkan Postingan Kebencian di Medsos
Konten SARA – Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengamankan seorang pria berinisial MRN, karena menyebarkan konten berisi ujaran kebencian di Medsos tahun 2016. Di Kota Singkawang juga ditemukan kasus penyebaran konten kebencian di medi
SINGKAWANG, SP – Pemilik akun Facebook Xiao Fenzz Sllu Ad mendapat sorotan dari netizen. Pasalnya, pemilik akun tersebut diduga menyebarkan konten terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta ujaran kebencian di akun media sosial miliknya.  

Postingan yang dituliskan tersebut saat ini telah tersebar di beberapa grup media sosial (Medsos), tak ayal ratusan komentar yang umumnya berisikan hujatan membanjiri postingan tersebut.   Suara Pemred mencoba menelusuri akun tersebut, namun sayangnya akun itu sepertinya telah dihapus. Namun berdasarkan screenshot yang didapat di grup Singkawang Informasi, akun milik Xiao Fenzz Sllu Ad menuliskan lokasi tempat tinggalnya di Kota Singkawang.  

Menyikapi hal ini, Kapolres Singkawang, AKBP Sandi Alfadien Mustofa sangat menyayangkan postingan yang dituliskan Xiao Fenzz Sllu Ad. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti kejadian ini.   "Saya sangat menyayangkan ada postingan seperti itu, hal ini pasti akan kita tindak lanjuti, sebab sudah meresahkan masyarakat," ujar Sandi, Selasa (8/8).  

Sandi juga meyakinkan jika nanti terbukti postingan yang dituliskan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pelaku akan segera dibekuk dan diproses hukum.    "Pasti nanti akan kita lihat dulu. Kalau memang benar melanggar ITE, kita proses secara hukum,” yakinnya.   Atas kejadian ini, Kapolres mengimbau masyarakkat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak memposting konten terkait SARA.  

"Apalagi kondisi negara kita ini rentan terhadap isu-isu yang berbau SARA, ujaran kebencian seperti itu yang dapat memecah belah NKRI, jadi saya harap harus bijak mengunakan medsos," pungkasnya.   Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Singkawang, Ahyadi juga mengingatkan masyarakat Singkawang bijak menggunakan teknologi.  

"Diharapkan pengguna medsos dapat menahan diri terhadap hal-hal yang bersifat penyebaran ujaran kebencian," ujarnya.   Sikap menahan diri menurut Ahyadi dapat ditunjukan dengan tidak membuat status, pernyataan maupun berkomentar yang memicu perpecahan di masyarakat.  

"Dengan menahan diri maka kita bisa meminimalisir atau bahkan menghilangkan ujaran kebencian dan hoax," pintanya. (pul/jee)