Dishub Singkawang Ubah Sistem Penarikan Parkir

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 477

Dishub Singkawang Ubah Sistem Penarikan Parkir
ilustrasi
SINGKAWANG, SP – Sistem penagihan parkir terhadap juru parkir (jukir) di Kota Singkawang akan dirubah. Jika sebelumnya penagihan dilakukan bulanan, kini penagihannya dilakukan harian.   Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Sumastro menjelaskan, perubahan dilakukan untuk bisa menghitung omzet riil pendapatan dari sektor parkir.  

"Makanya kita terapkan itu. Jadi omzet rillnya bisa kita ketahui," ujarnya, Minggu (20/8).   Dalam waktu dekat sistem tersebut rencananya akan mulai diterapkan di 118 titik lapak pakir legal di Kota Singkawang. Tapi karena faktor cuaca yang tidak menentu beberapa hari ini menyebabkan pendapatan para jukir menurun.  

"Biasa cuaca bagus bisa mencapai lebih dari Rp1 juta, faktor cuaca tidak bagus ini yang jadi kendala," katanya.   Sumastro berharap kepada para jukir untuk jujur menyampaikan omzet yang didapatkan mereka per hari.   "Sebab jika penarikan retribusi perparkiran merupakan suatu kewajiban, tentu tidak perlu lagi menurunkan petugas melakukan penarikan setiap hari. Harusnya jukir yang merasa berkepentingan untuk menyetorkan itu," katanya.  

Beberapa daerah seperti Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah telah  menerapkan sistem serupa. Karenanya ia yakin sistem penagihan harian juga bisa diterapkan di Kota Singkawang.


"Jadi kita legalkan mereka bekerja disatu lapak parkir, dari pendapatan parkir 80 persen mereka ambil, sisanya 20 persen disetorkan ke kita untuk PAD Kota Singkawang. Jadi tidak perlu lagi kita yang kejar-kejaran mendatangi mereka, mestinya mereka yang datang ke loket kita untuk penyetoran," pungkasnya. (pul/jee)

Komentar