Warga Tionghoa Bakar Kapal Wangkang

Singkawang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 386

Warga Tionghoa Bakar Kapal Wangkang
Bakar Kapal - Pembakaran Kapal Wangkang menjadi puncak sembahyang arwah yang dilakukan warga Tionghoa. Di Kota Singkawang, ritual ini dihadiri oleh ribuan warga Tionghoa

SINGKAWANG, SP - Ribuan warga Tionghoa Singkawang menyaksikan ritual pembakaran Kapal Wangkang yang menjadi puncak sembahyang arwah umum, dan ritual rebutan di Kelenteng Sui Kheu Pak Kung, di Jalan Pulau Natuna, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (5/9).

Pelaksana harian Sekda Singkawang, Bujang Sukri mengatakan, ritual yang dilakukan tidak lepas dari upaya menghormati para leluhur.
 
"Para leluhur kita telah menjadikan Kota Singkawang dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang berkembang," katanya.

Selain itu juga, leluhur dinilainya menjadikan masyarakat mampu bersosialisasi dan toleransi. Hingga Singkawang menjadi bangsa yang bersatu.

"Tentu dengan semua yang telah dilakukan leluhur ini, kita patut menghormati mereka. Maka pantaslah kita sebagai generasi penerus agar memanjatkan doa agar para leluhur tenang dan mendapat kasih sayang dari yang maha kuasa," ujarnya.

Dia juga menilai, tak sedikit masyarakat Tionghoa yang kini telah berhasil, baik di dalam Kota Singkawang maupun di luar Kota Singkawang.

"Kota Singkawang sebagai wilayah leluhur Tionghoa yang kini telah menyebar dan menjadi orang yang sukses, maka sebagai orang yang masih hidup wajib mendoakan sebagai tradisi, dan satu di antaranya sembahyang arwah," tuturnya.

Ketua panitia kegiatan ritual, Jhoni mengatakan, tujuan dilaksanakan sembahyang yang pertama adalah memberikan penghormatan dan bakti kepada arwah-arwah leluhur yang tidak disembahyangi keluarganya karena sesuatu dan lain hal.

Alasan kedua, membangkitkan partisipasi aktif dari orang-orang yang hidup berkecukupan untuk memberikan perhatian bagi orang-orang yang kurang beruntung dan hidup agak kekurangan.

"Ketiga, melestarikan tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa yang sudah turun temurun sesuai ajaran agama Khonghucu," ujarnya.

Dan keempat, meningkatkan keimanan dan penghormatan umat Khonghucu terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dia berharap, kegiatan ritual ini dapat terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya, dan tetap eksis pada masa-masa yang akan datang.

"Saya berharap ritual ini dapat berjalan dan terlaksana sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Hadir dalam ritual itu Dandim 1202/Singkawang, Letkol Abdul Rahman, Waka Polres Singkawang, Kompol Dhani Catra Nugraha, Ketua Majelis agama Khonghucu Indonesia Kota Singkawang, Budiman dan Ketua Yayasan Amal Bhakti Singkawang, Jhung Khit Hian. (rh/jee)