TNI dan Tokoh Agama Sepakat Jaga Kerukunan

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 204

TNI dan Tokoh Agama Sepakat Jaga Kerukunan
Penandatangan – Dandim 1202/Singkawang, Letkol Inf Abdul Rahman bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama menandatangani nota kesepakatan menjaga kerukunan di Singbebas.
SINGKAWANG, SP – Berbagai elemen masyarakat yang ada di Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas (Singbebas) sepakat bersama menjaga toleransi, dan kerukunan antar umat beragama serta menghormati kebebasan menjalankan ibadah. Komitemen tersebut dituangkan saat digelarnya acara coffee morning yang diselenggarakan Kodim 1202/Singkawang, Sabtu (9/9) kemarin.

"Coffee morning yang kita gelar untuk menyikapi konflik di Myanmar agar tidak menyebar khususnya di Singkawang, Sambas dan Bengkayang," kata Dandim 1202/Singkawang, Letkol Inf Abdul Rahman.

Usai kegiatan yang juga diisi dengan dialog, dilaksanakan penandatanganan kesepakatan antar umat beragama oleh beberapa tokoh agama dan masyarakat yang isinya sepakat untuk bersama-sama menjaga toleransi, dan kerukunan antar umat beragama.
“Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga telah berkomitmen menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing," ujarnya.

Komitmen yang disampaikan tersebut penting mengingat Singkawang telah dikenal sebagai kota peringkat tiga nasional yang memiliki toleransi beragama

"Kami berharap dukungan dari semua pihak keamanan baik TNI dan Polri maupun semua elemen masyarakat, agar hal tersebut selalu terjaga," ungkapnya.

Menurutnya, kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kekompakan dan kerukunan. Karena itu, dia juga berharap harus ada kesepakatan untuk kokoh dalam menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing.

"Kita memang beda suku, beda agama dan lainnya. Namun perbedaan itu harus menjadikan kita lebih bersatu," tuturnya.

Dia menilai, sejauh ini kerukunan tersebut telah tercermin di wilayah Singbebas. Dengan keberagaman etnis dan agamanya yang ada, wilayah tersebut dinilai mampu bersatu, dan membangun daerah.

"Alhamdulillah saat ini aman dan kondusif, berkat dukungan semua pihak dan seluruh masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubang Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Singkawang, Azhari meminta masyarakat tidak memandang konflik di Myanmar bernuansa agama.

"Konflik di Myanmar bukan permasalahan agama tapi lebih kepada pertikaian manusia yang ada di perbatasan negara," katanya. (rud/jee)