Langganan SP 2

Pemkot Singkawang Susun Memorandum Kotaku

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 105

Pemkot Singkawang Susun Memorandum Kotaku
KAWASAN KUMUH - Salah satu titik kawasan kumuh di Jakarta. Di Kota Singkawang, empat kecamatan tergolong sebagai kawasan kumuh. Upaya penanganan saat ini terus dilakukan Pemkot Singkawang.
SINGKAWANG, SP - Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Singkawang melakukan penyusunan memorandum program dan Coaching Clinic mengenai Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) Nasional Slum Upgrading Program (NSUP)  Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Senin (18/9).

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sebagai keberlanjutan pelaksanaan Program PNPM Mandiri Perkotaan yang telah dilaksanakan di Kota Singkawang sejak tahun 2008 - 2015 lalu, bahwa mulai tahun 2016 sampai dengan sekarang menjadi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)," kata Asisten 1 Pemerintahan Setda Kota Singkawang, Hery Apriyadi dalam acara tersebut.
 
Menurutnya, hal itu sejalan dengan amanat pembangunan yang tertuang didalam misi dan tujuan RPJMN 2015-2019 tentang kebijakan 100-0-100 di mana salah satu strategi intervensi pencegahan dan penanganan kumuh dilakukan melalui program Kotaku sampai tahun 2019 mendatang.

Dikatakan dia, program Kotaku telah berupaya untuk membangun paltform kolaborasi dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh, sehingga terjadi keterpaduan antar berbagai stakeholder dari sektor-sektor pembangunan untuk bersama-sama bergerak mencapai target kawasan permukiman kumuh nol hektare di tahun 2019.

"Agar tercapai nol hektar luasan kumuh, maka diperlukan perencanaan yang komphresensif meliputi seluruh aspek sosial, ekonomi dan lingkungan," ujarnya.

Perencanaan tersebut dituangkan dalam dokumen RP2KPKP untuk tingkat kota dan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) untuk tingkat kelurahan. Di Kota Singkawang yang telah memiliki dokumen RKPKP akan dilakukan penyusunan memorandum program yang dimulai pada hari ini.

Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh Singkawang, Zainal Mardan mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya akan mereview dokumen RKPKP yang dibuat pada tahun 2015.

Data RKPKP yang dibuat sejak tahun 2015, sudah seharusnya setiap tahun ditinjau ulang dalam rangka menormarmatifkan dengan kondisi Kota Singkawang yang sekarang.

"Karena bisa saja dari kawasan yang sebelumnya sudah di SK kan sebagai permukiman kumuh kemungkinan di tahun 2017 sudah ada perubahan," ungkapnya.

Kawasan permukiman kumuh yang sudah di SK kan Wali Kota Singkawang pada tahun 2016 itu sedikitnya terdapat empat Kelurahan, antara lain, Sedau, Kuala, Pasiran dan Roban.

"Karena tahun 2017 ini Kota Singkawang termasuk dalam program 100 kota yang terpilih sebagai lokasi prioritas penanganan kumuh, dapat mengurangi permukiman kumuh di Kota Singkawang," harapnya. (rud/jee)