Awang: Kelola Rumah Melayu dengan Baik

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 348

Awang: Kelola Rumah Melayu dengan Baik
Penyerahan: Penandatanganan berita acara serah terima rumah melayu Kota Singkawang dari panitia pelaksana pembangunan kepada DPD MABM Kota Singkawang.
SINGKAWANG, SP – Rumah adat melayu Kota Singkawang yang telah selesai pembangunannya oleh penitia pembangunan secara resmi diserahkan kepada pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Singkawang.

Penyerahan bangunan dilakukan melalui penandatanganan berita acara serah terima dari panita pembangunan kepada pengurus DPD MABM Singkawang di sela acara pembukaan Musda DPD MABM Singkawang periode 2017-2022, Minggu (24/9).

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak turut hadir saat pembukaan Musda. Ia berpesan kepada pengurus DPD MABM Singkawang untuk bisa merawat bangunan yang menjadi simbol kebanggan masyarakat Melayu. "Dengan sudah diserahkannya rumah melayu ini, saya minta kepada pengurus MABM bisa merawatnya dengan baik," kata Awang Ishak.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD MABM Singkawang periode 2012-2017, Edy R Yacoub mengatakan pembangunan rumah melayu sudah mencapai 100 persen. Dengan penyerahan bangunan maka otomatis tanggung jawab pengelolaan ada pada DPD MABM Singkawang.

"Dengan sudah diserahterimakannya pembangunan rumah melayu ke MABM, maka saat ini pula sudah menjadi dibawah kendali MABM," kata Edy.

Menurutnya, keberadaan rumah melayu nanti akan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Seperti pembinaan kesenian dan kebudayaan Melayu, acara pertemuan dan bisa juga digunakan untuk tempat resepsi pernikahan.
"Bisa juga kita gunakan untuk lokasi pasar juadah saat bulan suci ramadhan," ujarnya.

Hadirnya rumah melayu juga diharapkan Edy akan dapat semakin mengembangkan kegiatan budaya melayu di  Singkawang dengan level kegiatan yang lebih besar dari yang sebelumnya pernah digelar di Singkawang.
"Mengingat fasilitas yang ada di kita ini sudah memadai untuk kita menyambut dan menerima even-even yang lebih besar," ungkapnya.

Bahkan dirinya juga memberikan kebebasan kepada umat Islam apabila rumah melayu akan dijadikan sebagai tempat ibadah sholat id.

"Silakan digunakan, karena kondisi rumah melayu juga saat ini dirasakan bisa menampung jemaah-jemaah kita untuk melakukan sholat id," tutupnya. (rud/jee)