Pemkot Gandeng STKIP Rekrut Tenaga Magang

Singkawang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 352

Pemkot Gandeng STKIP Rekrut Tenaga Magang
HORMAT – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) memberikan hormat saat pelaksanaan upacara. Jumlah PNS di Singkawang terus menurun. Dalam tiga tahun, jumlah berkurang sebanyak 400 orang
SINGKAWANG, SP – Tenaga guru di Kota Singkawang saat ini jumlahnya terus berkurang. Kebanyakan mereka yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) umumnya telah masuk masa pensiun. Moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditetapkan pemerintah dinilai semakin menghambat daerah untuk menambah jumlah PNS bidang pendidikan.   Guna mengatasi kekurangan tenaga pengajar, Pemkot Singkawang melakukan terobosan dengan melakukan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Singkawang dengan mengontrak mahasiswanya melakukan magang di beberapa sekolah yang kekurangan tenaga guru.
"Kalau guru, kita atasi dengan mahasiswa STKIP yang sudah selesai kuliah untuk magang di sekolah-sekolah, " kata Awang Ishak, Selasa (3/10).

Sementara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Singkawang, Hamidi Irwansyah mengatakan dari tahun 2015-2017, jumlah PNS di Singkawang berkurang sebanyak empat ratusan orang.

"Dalam setahun ada seratus lebih, berarti dalam tiga tahun ada sekitar empat ratusan orang," kata Hamidi.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga PNS di beberapa SKPD maupun instansi, menurut Hamidi dilakukan melalui sistem kontrak.

"Di antaranya Dinas Pendidikan dan Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang yang saat ini jumlahnya memang sudah sangat sedikit," ujarnya.

Hamidi menyebutkan, dampak dari moratorium CPNS yang dilakukan Pemerintah Pusat juga mengakibatkan pemerintah daerah harus lebih ekstra memberdayakan sumber daya manusia yang ada.

"Untuk itu, kepada SKPD saya imbau berdayakan tenaga dan staf yang ada," pintanya.

Berdasarkan data tahun 2016, jelas Hamidi, jumlah pegawai yang pensiun karena mencapai batas usia dari golongan 4B ke bawah sebanyak 99 orang. Sedangkan pegawai yang masih aktif namun sudah meninggal dunia ada sebanyak 20 orang.

"Untuk golongan 4C ke atas kosong," jelasnya.

Kemudian, di tahun 2017, pegawai yang pensiun karena sudah mencapai batas usia untuk golongan 4B ke bawah ada sebanyak 107 orang, golongan 4C ke atas 8 orang, PNS yang masih aktif namun meninggal dunia 1 orang, dan yang meninggal golongan 4B ke bawah 9 orang.

Sementara data pindah masuk dan keluar PNS, selama tahun 2017, untuk pegawai yang masuk ada sebanyak 28 orang dan 1 orang masih dalam proses.

"Jadi totalnya ada 29 orang yang masuk. Sedangkan pegawai yang keluar ada 34 orang. 11 orang masih dalam proses SK BKN Provinsi sedangkan 23 orang sudah diterima," katanya.

Menurutnya, alasan pindah yang paling dominan adalah  karena mengikut suami bertugas di luar Singkawang. (rud/jee)