Awang Bantah Abaikan Sanggau Kulor

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 467

Awang Bantah Abaikan Sanggau Kulor
Mendaki Bukit - Siswa Sekolah Dasar (SD) yang tinggal di Jalan Semanok, Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur harus mendaki bukit lantaran jalan penghubung dari rumah ke sekolah sedang dilakukan pengerukan secara swadaya oleh masyarakat
SINGKAWANG, SP – Masyarakat Jalan Semanok, Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur merasa kecewa. Belasan tahun Kota Singkawang terbentuk, pembangunan di sana seakan ditinggalkan oleh Pemkot Singkawang. Wali Kota Singkawang, Awang Ishak angkat bicara terkait masalah ini.

Awang beralasan, tidak ada maksud pemerintah tidak memperhatikan pembangunan di wilayah Sanggau Kulor. Permasalahan ada pada keterbatasan anggaran. "Pemerintah bukannya tidak memperhatikan, hanya saja kondisi keuangan yang dimiliki memang minim dengan kondisi wilayah yang masih banyak butuh perbaikan dengan penduduk yang tidak begitu padat," kata Awang Ishak, Jumat (3/11).

Menurutnya, ini murni karena anggaran, untuk daerah berstatus kota hanya mendapat anggaran sebesar Rp800 miliar.

"Angka ini separuh dari Kota Pontianak, sedangkan di sini masih perlu banyak pembangunan, sehingga kami juga kesulitan dalam membaginya," ujarnya.

Menurut dia, tentu Pemkot Singkawang juga memang harus memprioritaskan pembangunan, yang paling penting mengingat keterbatasan dana yang dimiliki.

"Karena dana minim inilah kami juga perlu melakukan skala prioritas namun bukan berarti mereka tidak kami perhatikan," ungkapnya.

Pada tahun 2018 menurut Awang Pemkot telah menganggarkan biaya untuk membangun jembatan di wilayah Kelurahan Sanggau Kulor.  
“Tapi tidak semua, kita bangun di empat titik jembatan dulu,” tuturnya. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Singkawang, H Asyir A Bakar menilai kondisi di Sanggau Kulor memang terlalu banyak anak sungai sehingga akan banyak menelan anggaran.

"Satu jembatan membutuhkan biaya Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar, tergantung besar kecilnya jembatan, makanya pembangunannya dilakukan bertahap,” ungkapnya.

 Sebelumnya diberitakan, warga Jalan Semanok, Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang terpaksa mengandalkan batang kayu kelapa untuk dijadikan jembatan penghubung. Kondisi ini telah dilakukan sejak belasan tahun lalu. Akibat jembatan yang dibangun seadanya, tak jarang warga terjatuh saat melintasi jembatan. (rud/jee)