Polisi Ringkus Mucikari Anak Bawah Umur

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 456

Polisi Ringkus Mucikari Anak Bawah Umur
MUCIKARI: Polisi saat memeriksa OSD yang diduga mucikari yang menjual anak di bawah umur. Dalam sekali transaksi, OSD mendapat keuntungan sebesar Rp400 ribu
SINGKAWANG, SP – Cyber Patrol yang dilakukan Polres Singkawang di salah satu  aplikasi online berhasil meringkus mucikari berinisial OSD (32) yang kedapatan menawarkan anak di bawah umur kepada pria hidung belang di salah satu hotel di Singkawang, Rabu (1/11). 

Kepala Unit (Kanit) Idik IV Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Singkawang, Ipda Inda Purwati menjelaskan sebelum ditangkap, polisi terlebih dahulu melakukan penyelidikan di salah satu hotel yang diduga menjadi lokasi transaksi prostitusi online.
"Di hotel itu, kami melihat ada transaksi antara konsumen dengan mucikari (OSD). Begitu konsumen dan korban masuk kamar, langsung kami gerebek," ujarnya Inda. Jumat (3/11).

 Dari hasil pengrebekan polisi ditemukan sejumlah barang bukti, seperti uang tunai Rp700 ribu yang diduga untuk biaya kencan, alat kontrsepsi dan ponsel yang digunakan OSD.
"Di dalam ponsel OSD, kami temukan 10 foto anak-anak yang diduga akan dijual," ungkap Inda.

Pengakuan dari OSD, jelas Inda, konsumen yang menjadi langgananya umumnya berasal dari luar Kota Singkawang. Dari setiap patokan harga sekali kencan sebesar Rp700 ribu, OSD mendapat keuntungan Rp400 ribu, sedangkan sisanya Rp300 ribu diberikan kepada korban.

"Biasanya pelanggan OSD ini karyawan swasta yang hanya singgah ke Singkawang, mereka biasanya pesan sejak jauh hari sebelum ke Singkawang. Para korban sementara kita titipkan ke Dinsos Singkawang sebelum diserahkan ke orangtuanya," katanya.

Inda menambahkan, dari Januari hingga 3 November 2017 pihaknya telah menangani 27 kasus yang terdiri dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 4 kasus, asusila terhadap anak 11 kasus, pencurian yang melibatkan anak 3 kasus, penganiayaan terhadap perempuan di atas umur 2 kasus, penganiayaan anak di bawah umur 3 kasus, perzinahan 3 kasus, dan prostitusi online lewat mucikari di bawah umur 1 kasus.
 

 Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Michael Terry Hendrata menegaskan bakal terus mencari mucikari-mucikari lain menyusul tertangkapnya OSD.

"Kita akan melakukan pencarian terhadap mucikari-mucikari lainnya," kata Michael.

Menurut Teri, pengungkapan kasus porstitusi online merupakan atensi dari Kapolres Singkawang terhadap kasus porstitusi di Singkawang.
"Namun dalam penyelidikannya, tentunya kita akan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka OSD dikenakan Pasal 88 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancamana hukuman paling lama 10 tahun penjara.