Korban dan Pelaku Pengeroyokan Saling Lapor

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 147

Korban dan Pelaku Pengeroyokan Saling Lapor
Ilustrasi. Net
SINGKAWANG, SP - Pengelola dari salah satu kafe yang berada di Singkawang Grand Mall, Karta Dinata, melaporkan balik atas laporan yang dibuat keluarga Rivaldo Satya Arinanto (28), Warga Jl Pembangunan, Kelurahan Tengah, Kecamatan Singkawang Barat lantaran menjadi korban pengeroyokan di area perparkiran Singkawang Grand Mall, kemarin.

"Saya tidak terima karena korban bersama rekan-rekannya telah mendatangi kediaman saya di Golden Hawai, dan melakukan pengerusakan kaca rumah saya," kata Karta Dinata, saat ditemui di Polres Singkawang, Senin (4/12).

Dimana kejadian tersebut terjadi setelah ada keributan di halaman parkir Singkawang Grand Mall.

"Saya ke Polres mau melaporkan balik terkait hal itu, karena korban bersama rekan-rekannya diduga melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan di rumah saya," ujarnya

Atas kejadian itu pula, dia mengaku merasa terganggu karena itu merupakan tempat tinggalnya bersama keluarga.

Dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena keributan itu berawal dari luar. "Kalau mau ribut ya ribut saja di luar," ungkapnya.

Apalagi pada saat keributan dan pengerusakan terjadi, dirinya sedang tidak berada di rumah tetapi di Palangkaraya.

"Yang ada di rumah cuma ada karyawan saya," katanya.

Dia juga menyesalkan, permasalahan pribadi sampai membawa-bawa nama organisasi.

"Harusnya kalau permasalahan pribadi, janganlah dibawa-bawa sampai ke organisasi," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Rivaldo Satya Arinanto (28), Warga Jl Pembangunan, Kelurahan Tengah, Kecamatan Singkawang Barat ini menjadi korban pengeroyokan tepatnya di area perparkiran Singkawang Grand Mall, pada Kamis (30/11) dini hari kemarin.

Atas pengeroyokan itu, korban yang juga merupakan anggota Pemuda Pancasila Singkawang sekaligus pembalap ini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT Singkawang, lantaran mengalami luka memar di sekujur tubuh bagian belakang korban, tangan, kaki dan kepala di bagian belakang.

"Tapi yang paling parah luka memar yang ada di kepala di bagian belakang anak saya, karena luka tersebut telah mengakibatkan anak saya mual-mual dan lemas," kata Zulkifli, ayah korban saat ditemui, Jumat (1/12).

Menurutnya, kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh securiti dari salah satu kafe yang ada Singkawang Grand Mall bersama dua rekannya itu terjadi karena masalah sempele.

"Pengeroyokan itu terjadi karena masalah sempele yakni hanya antrean portal," ujarnya.

Atas pengeroyokan itupula, dirinya sudah membuat laporan ke Polres Singkawang, Kamis (30/11) siang.

"Tapi anehnya, hingga sekarang pelaku masih belum ditangkap dan diproses sesuai undang-undang yang berlaku," ungkapnya. (rud/bob)