Bakti Sosial Jajaran Polsek Singkawang Tengah

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 342

Bakti Sosial Jajaran Polsek Singkawang Tengah
BERI BANTUAN - Kapolsek Singkawang Tengah, AKP Andre Syahroni memberikan bantuan sembako dan kursi roda kepada keluarga ibu Ammah, dimana ketiga anaknya menderita polio (lumpuh layu) sejak lahir. (Ist)

Berikan Bantuan Kepada Keluarga Ibu Ammah


Peduli dengan sesama adalah memperhatikan dan memahami sesama manusia. Peduli terhadap sesama adalah hal manusiawi yang kini menjadi sikap langka yang haruslah di lestarikan. 

SP - Di era modern seperti ini masyarakat cenderung hidup individual terutama masyarakat di kota-kota besar. Hal ini di karenakan tuntutan hidup yang semakin tinggi dan Masyarakat berlomba – lomba umtuk mengejar target agar hidupnya dapat lebih baik dari hidup orang lain.

Sikap peduli terhadap sesama yang ditunjukkan Kapolsek Singkawang Tengah, AKP Andre Syahroni patut diapresiasi dan dicontoh oleh anggota kepolisian lainnya Ia dengan ihklas memberikan bantuan sembako dan kursi roda kepada keluarga ibu Ammah, dimana ketiga anaknya menderita polio (lumpuh layu) sejak lahir, Selasa (5/12).

Sikap ini juga sontak menghilangkan pandangan negatif masyarakat terhadap Polri, sebab polisi merupakan pelindung dan pengayom dan pelayan masyarakat.

Pemberian bantuan itu diserahkan langsung oleh Kapolsek kepada Ibu Ammah di kediamannya yang beralamat di Jalan Cempaka, RT 13/RW 05 Kelurahan Jawa, Kecamatan Singkawang Tengah.

Selain dihadiri Kapolsek Singkawang Tengah, AKP Andre Syahroni, pemberian bantuan juga dihadiri Waka Polsek Singkawang Tengah, Kanit Reskrim Polsek Singkawang Tengah, Kanit Binmas Polsek Singkawang Tengah dan para Babinkamtibmas Polsek Singkawang Tengah.

"Bantuan tersebut diberikan kepada ibu Ammah, lantaran ibu Ammah merupakan warga kurang mampu dan juga seorang janda serta memiliki anak sebanyak empat orang, namun tiga orang anaknya mengalami cacat atau polio dan semuanya tinggal dalam satu rumah," kata Andre.

Menurutnya, Ibu Ammah memiliki empat orang anak, di antaranya yang pertama berusia 37 tahun, kedua anaknya berjenis kelamin laki-laki berusia 35 tahun.

Kemudian, anak ketiga berjenis kelamin laki-laki berusia 32 tahun memiliki cacat fisik atau polio. Sedangkan yang keempat anaknya berjenis kelamin perempuan, namun tidak cacat fisik tapi cacat mental.

"Kondisi rumah ibu Ammah berdindingkan papan dan beratapkan seng. Anak dari yang pertama atau cucu ibu Ammah, keduanya juga mengalami cacat fisik," ujarnya.

Sehari-hari ibu Ammah, katanya, ditanggung hidupnya oleh anak pertama yang perempuan sebagai buruh cuci pakaian.

"Saya berharap, bantuan yang diberikan setidaknya bisa mengurangi beban dan memberikan manfaat bagi keluarga Ibu Ammah," tuturnya. (rud/bob)