Jukir Pasar Alianyang Protes Sistem Gate Parking

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 373

Jukir Pasar Alianyang Protes Sistem Gate Parking
GATE PARKING – Sistem Gate Parking diterapkan di Pasat Alainyang, Singkawang. Sejumlah Jukir pun memprotes kebijakan tersebut yang dinilai mematikan mata pencaharian mereka. (SP/Rudi)

Pemkot Beralasan untuk Tambah Kas Daerah 


Koordinator Jukir Pasar Alianyang, Suantono
"Kalau sistem parkir ini terus diberlakukan, keluarga saya mau makan apa. Sementara untuk kebutuhan hidup sehari-hari, saya sudah harus pinjam uang ke bank"

SINGKAWANG, SP – Penggunaan sistem gate parking atau atau parkir palang di Pasar Alianyang diprotes oleh juru parkir (Jukir) yang sebelumnya telah menjalankan aktivitas di sekitar lokasi pasar tersebut.

Koordinator Jukir Pasar Alianyang, Suantono mengatakan, dengan penggunaan parkir palang, para Jukir merasa jasa mereka tidak lagi diperlukan.

“Dengan sistem itu seolah-olah kami sudah tidak dipakai lagi di situ," kata Suantono, Senin (11/12).

Menurut Suantono, menjadi Jukir merupakan satu-satunya mata pencaharian yang telah ia geluti sejak lama. Dari hasil menjadi Jukir itu jugalah ia menghidupi kebutuhan keluarganya.

“Kalau sistem parkir ini terus diberlakukan, keluarga saya mau makan apa. Sementara untuk kebutuhan hidup sehari-hari, saya sudah harus pinjam uang ke bank,” ungkapnya.

Ia pun berharap keluhannya dapat bisa didengar Pemkot Singkawang dan bisa segera dicarikan jalan keluar permasalahan.

"Kalau bisa biarkan parkir seperti semula, jangan gunaan sitem gate seperti sekarang,” harapnya.

Sementara salah seorang Jukir di Pasar Alianyang lainnya, Kimin mengatakan, jika perubahan perparkiran dilakukan tidak melalui musyawarah bersama Jukir.

"Itu istilahnya asal pasang, tanpa ada musyawarah samasekali dengan Jukir," katanya.

Meskipun diakuinya sempat diundang oleh Dinas Perhubungan Singkawang untuk membahas masalah perparkiran di Pasar Alianyang, namun menurutnya pertemuan yang dilakukan tidak menghasilkan solusi.

"Seperti sore kemarin, diundang Perhubungan, tapi tidak ada apa-apanya," sesalnya.

Sementara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Hendryan mengatakan, sitem gate parking memberikan pendapatan yang jelas ke kas Pemkot Singkawang. 

“Setiap transaksi akan langsung masuk ke kas daerah. Sehingga tidak ada lagi oknum-oknum yang menyalahgunakan hasil dari parkir,” kata dia.

Beberapa fasilitas yang akan diperlukan untuk Pasar Alianyang sudah hampir final. Terakhir dipasar tersebut telah disediakan jaringan listrik. 

Peresmian Pasar Alianyang rencananya akan dilakukan Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, Kamis (14/12). Berbagai pihak akan diundang mengadiri acara persemian, antara lain Kementerian Perdagangan RI, Pemprov Kalbar, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah baik vertikal maupun horizontal.

Bantah Tak Lakukan Sosialisasi


Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Singkawang, Nana Supriana mengatakan, perjanjian kerja sama sistem gate parking dilakukan oleh Disperindag, Koperasi dan UKM dan pihak perusahan perparkiran.

"Kami hanya memfasilitasi Jukir lama untuk dimasukkan menjadi pegawai perusahaan," katanya.

Nana membantah jika pihaknya dikatakan tidak melakukan sosialisasi kepada Jukir terkait penerapan sistem gate parking di Pasar Alianyang.

"Kami undang dua kali ke kantor termasuklah perusahaannya," ujarnya.

Dalam sosialisai tersebut, pihak perusahaan pengelola parkir di Pasar Alianyang setuju untuk menerima 14 orang Jukir untuk dijadikan karyawan.

"Dan ini sudah disepakati antara Disperindag, Perusahaan dan Dinas Perhubungan," ungkapnya.

Akan tetapi, Nana mengakui bahwa kesepakatan untuk menerima 14 Jukir karyawan yang direalisasikan pengelola parkir hanya enam orang. Hal ini disebabkan karena adanya pergantian manager dari perusahaan pengelola parkir. 

"Terkait dengan itu, saya diminta lagi untuk mengusulkan nama-nama orang yang akan masuk dalam karyawan mereka," jelasnya. (rud/jee)