Angka Kejahatan dan Narkoba Menurun

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 304

Angka Kejahatan dan Narkoba Menurun
BARANG BUKTI - Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat (kiri) didampingi Waka Polres, Kompol Dhani Catra Nugraha menunjukan barang bukti kejahatan dalam konferensi pers terkait kinerja jajarannya sepanjang tahun 2017. (SP/Rudi)

Kasus Curat Masih Mendominasi


Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat

Pada tahun 2016 terjadi 375 kasus kejahatan, sedangkan pada tahun 2017 kasus kejahatan yang terjadi 322 kasus

SINGKAWANG, SP – Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan, jumlah angka kejahatan di Kota Singkawang di tahun 2017 menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2016 terjadi 375 kasus kejahatan, sedangkan pada tahun 2017 kasus kejahatan yang terjadi 322 kasus," kata Yuri dalam jumpa pers bersama wartawan, Minggu (31/12).

Dia berharap, angka kejahatan di Kota Singkawang dari tahun ke tahun dapat semakin menurun. Meskipun kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi atensi pihak kepolisian.

"Mengingat kejahatan yang terjadi di Kota Singkawang ini masih mendominasi oleh curat 69 persen, curas 33 persen dan curanmor 55 persen," ungkapnya.

Selain itu Polres Singkawang juga menyita puluhan botol minuman keras (miras) asal luar negeri yang sempat beredar di Kota Singkawang.

"Minuman keras ini kami sita pada saat operasi cipta kondisi menjelang tahun baru 2018," kata Yuri.

Dia menegaskan, segala bentuk peredaran minuman keras (miras) tanpa izin yang beredar di Kota Singkawang akan pihaknya tindak tegas.

Sementara kasus narkotika, dikatakan Kasat Narkoba Polres Singkawang, Iptu Iwan Gunawan, sepanjang tahun 2017 pihaknya mengungkap 39 kasus narkotika dengan jumlah tersangka 54 orang.

"Dalam setahun ada sebanyak 39 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 54 orang terdiri dari 48 laki-laki, 3 perempuan dan 2 anak dibawah umur," katanya.

Sementara jumlah narkotika yang berhasil pihaknya sita ada sebanyak 168,5673 gram sabu dan 22 butir ekstasi.

"Untuk kasusnya, semua sudah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Singkawang," ujarnya.

Secara perbandingan, katanya, angka kejahatan narkoba di Kota Singkawang dari tahun 2016 ke 2017 semakin menurun.

Hal ini tak terlepas kerja keras pihaknya dalam memberantas peredaran dan memutus mata rantai barang haram tersebut, di antaranya memberikan penyuluhan kepada anak-anak sekolah, ormas dan melakukan razia di tempat-tempat hiburan malam.

Diatur di Undang-undang

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, penertiban minuman keras (miras) telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Masyarakat, dikatakannya tidak bisa senaknya mengedarkan minuman keras dalam semua kategori atau tipe tanpa mengantongi izin.

"Dalam peraturan yang sudah ada ketentuannya pengaturan pembentukan tim terpadu dari unsur dinas terkait, kepolisian, kejaksaan, tokoh masyarakat atau tokoh agama," katanya.

Tujuan penertiban itu, katanya, adalah tentunya jangan sampai minuman beralkohol terutama yang memiliki kadar alkohol tinggi dikonsumsi bebas masyarakat.
Penyitaan yang telah dilakukan oleh polisi adalah bagian dari ketentuan aturan dalam kaitannya penertiban bagi yang tidak memiliki perizinan.

"Saya yakin penegakkan aturan pasti didukung semua pihak, termasuk juga bagi kami dari DPRD Singkawang," ujarnya. (rud/jee)