Dishub Buka Kesempatan Pendidikan ke STTD

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 585

Dishub Buka Kesempatan Pendidikan ke STTD
FOTO BERSAMA - Taruna Taruni lulusan STTD Kota Singkawang tahun 2016-2017 foto bersama dengan Wali Kota Singkawang, Tjhia Chui Mie. (Ist)
SINGKAWANG, SP - Dinas Perhubungan Singkawang kembali akan membuka kesempatan untuk calon taruna taruni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) untuk difokuskan pada jurusan D2, yakni pengujian kendaraan bermotor untuk memperkuat pengujian kendaraan bermotor (KIR).

"Untuk tahun 2018, Singkawang masih ada kuota 7 orang. Tapi pola pembibitannya difokuskan pada jurusan D2, yakni pengujian kendaraan bermotor untuk memperkuat KIR," kata Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Sumastro, Senin (1/1).

Dibukanya jurusan D2, mengingat jurusan D3 dan D4 sudah penuh, sehingga difokuskanlah pada D2, karena sistem pelayan KIR Singkawang sekarang sudah dilakukan secara online, sehingga untuk satu alat uji minimal dua tenaga penguji yang bersertifikat.

Sumastro mengungkapkan, sejak terjalinnya kerja sama antara Pemkot Singkawang dengan STTD pada tahun 2016 hingga sekarang, pihaknya telah menghasilkan sebanyak 18 lulusan STTD dengan Pola Pembibitan Daerah.

"Jumlah ini merupakan lulusan STTD tahun 2016 dan 2017," ujarnya.

Menurutnya, program pola pembibitan ini merupakan salah satu peningkatan SDM Perhubungan Darat, dan ini merupakan kerjasama antara Pemkot Singkawang dengan STTD untuk menciptakan terobosan memperoleh SDM aparatur yang profesional, kompeten dan bersertifikasi dalam rangka memperkuat jajaran aparatur Dinas Perhubungan di daerah yang saat ini terbilang masih langka.

"Sementara kita tahu bahwa yang mengabdi di Dinas Perhubungan itu sebenarnya tidak bisa sembarang main pindah-pindahkan, tetapi harus sesuai dengan background pendidikan, kompetensi dan sertifikasi di STTD," ujarnya.

Menurutnya, Kota Singkawang dianggap telah berhasil dalam menciptakan taruna taruni dengan pola pembibitan daerah. Sedangkan provinsi baru tahun depan akan memulai.

"Untuk kabupaten/kota lain, yang sudah MoU adalah Landak dan Sintang. Sehingga tahun depan baru dilakukan seleksi," tuturnya. (rud/jee)